|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
28 Desember 2007
|
|
Pesan Natal SBY, Jangan
Saling Memaksakan Kehendak
|
Perbedaan suku, agama, go-longan dalam bangsa Indo-nesia harus disikapi sebagai anugerah. Presiden SBY me-minta umat beragama hidup harmonis tanpa saling me-maksakan. “Kita tidak boleh memaksakan, apalagi bertin-dak anarkis kepada mereka yang berbeda keyakinan,” ujar Presiden SBY dalam pesannya ketika menghadiri acara pera-yaan Natal nasional 2007 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Ka-mis (27/12) malam.
Menurut SBY, pembangunan keagamaan adalah mencipta-kan masyarakat bermoral dan memahami realitas adanya keberagaman. Perbedaan ha-rus ditempatkan sebagai ke-yakinan yang dihormati dengan lapang dada. “Peme-rintah mendorong umat me-ngedepankan dialog untuk membina kerukunan dan mencegah rasa saling curiga antarumat,” kata dia.
Lebih lanjut SBY mengata-kan, Natal memiliki pesan universal atas nilai keadilan, kebersamaan dan harapan baru. Perdamaian dibutuh-kan untuk mencegah konflik berkepanjangan di dalam ma-syarakat. “Tidak ada penin-dasan yang kuat kepada yang lemah dan masyarakat bisa bekerjasama dengan har-monis,” kata dia.
Acara ini juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan para menteri Kabinet Indo-nesia Bersatu. Sejumlah to-koh agama juga hadir.(dtc/*)
|
|