|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
28 Desember 2007
|
|
Ibadah Pra-Natal Komentar Group dan anak cacat PA Bartimeus
Tumiwa: Utamakan Pembaruan Iman
|
Ibadah Pra-Natal bersama Harian Komentar Group ber-sama anak cacat dari Panti Asuhan Bartimeus Manado, Sabtu (22/12) memberi nuansa tersendiri. Bahkan pesan iman yang disampaikan Evanglis Landy Tumiwa SE MDiv mengajak seluruh umat yang percaya sekiranya mela-kukan pembaruan iman.
Ibadah Natal bersama tersebut yang dihadiri langsung Pimpin-an Redaksi Friko Poli, Koor-dinator Liputan Alexander Daud, Ricky Tulalo yang juga Ketua Panitia Pelaksana, Mar-selino Palilingan, jajaran re-daktur, reporter, biro dan peru-sahaan, serta pimpinan SLB Bartimeus Manado dan anak-anak cacat.
Sebelum khotbah yang disam-paikan Evanglis Landy Tumiwa SE MDiv, jemaat yang hadir di-suguhi fragmen anak-anak ca-cat dari PA Bartimeus. Inti frag-men tersebut menceritakan ten-tang kehidupan manusia seka-rang ini yang cendrung melaku-kan Korupsi, Kolusu dan Nepo-tisme (KKN), serta melakukan hubungan gelap, miras, dan pesta pora yang semua itu me-rupakan hedonisme yang melu-pakan makna Natal yang se-sungguhnya.
Evanglis Landy Tumiwa da-lam khotbahnya yang diambil dalam Kejadian 3:15 “Ada per-musuhan antara keturunan ular dan keturunan perempu-an, antara setan dan manusia; kemudian berkembang, ada permusuhan antara hal jas-mani dan hal rohani.”
Inti khobahnya Tumiwa me-minta pada umat Kristiani un-tuk melakukan pembaruan ter-lebih iman. “Jasmani kita se-ring menyerang rohani, misal-nya kita ingin berdoa tetapi jas-mani menghalangi dengan ber-bagai alasan. Karena itu kita harus belajar untuk mengalah-kan kemauan jasmani kita.
Tetapi permusuhan ini bukan tidak ada akhirnya, Kejadian 3:15 selanjutnya menulis, keturunan perem-puan akan meremukkan kepala ular dan ular akan me-matuk tumitnya. Tumit bicara tentang jalan hidup. Jadi, se-kali waktu ular akan dikalahkan meskipun ia akan selalu mengganggu jalan hidup manusia. Kapan kepala ular di-remukkan? Ketika Yesus bang-kit dari kematian, maka semua racun iblis sudah dilucuti. “Se-ringkali ada permusuhan an-tara jasmani dan rohani, tetapi salib Kristus sudah melucuti senjata-senjata iblis.
Dalam kehidupan sehari-ha-ri dan di hari mendatang seki-ranya sebagai umat Kristiani hendaknya dalam melakukan satu pekerjaan hilangkan rasa iri, dengki bahkan cemburu terhadap sesama.
“Budaya saling cungkel yang biasanya terjadi dalam ke-hidupan kerja sekiranya perlu dihilangkan, karena ini akan merugikan orang lain terlebih diri sendiri. Siapa yang tidak mau maju, tetapi kemajuan harus dibarengi dengan iman dan kasih yang diajarkan Tuhan Yesus,” katanya.
Karena itulah melalui Natal Yesus Kristus, Tumiwa meng-harapkan umat Kristiani me-maknai arti Natal sebenarnya. Dalam ibadah Natal tersebut juga dimeriahkan dengan puji-pujian dari Gema Sang-kakala Youth Choir, dan Ja-jaran Redaksi dan Karyawan Komentar Group.(lex)
|
|