CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Minahasa Induk

28 Desember 2007

THR Vreeke Telan Korban

 

 IKUTI BERITA LAIN

RAPBD 2007 Dibahas
Kas PDAM Minahasa morat-marit 
Pontoh Rogoh Kocek Bayar Gaji Karyawan
Lintas Berita Minduk

Sedikitnya sekitar 20-an warga jatuh pingsan saat berebut Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan Bupati Minahasa, Drs Vreeke Runtu, Minggu (24/12) lalu, di Stadion Maesa Tondano. Sejumlah warga yang terdiri dari para lansia dan gadis belia ini terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Sam Ratulangi Tondano untuk mendapatkan perawatan medis.
Dari pantauan di lokasi pem-bagian amplop Vreeke, sekitar 7.000-an warga miskin yang berdomisili di Tondano, sudah berkumpul sejak pagi hari. Se-bab sepengetahuan mereka, Vreeke biasanya membagi-ba-gikan duit dalam amplop men-jelang Natal. “Biasanya di rudis bupati. Mar skarang dorang bilang di stadion. Mungkin stou lantaran skarang so lebe banyak orang miskin,” tandas seorang warga saat berbin-cang-bincang dengan warta-wan harian ini di lokasi.
Namun menjelang siang, ke-rumunan warga yang berada di salah satu ruang stadion, nam-pak mulai digotong keluar ke-mudian dilarikan ke rumah sakit. Diduga, para korban pingsan akibat kekurangan ok-sigen. Ditambah, suhu di da-lam ruangan sangat panas. Bahkan ada korban di antara-nya yang terinjak massa. “Ya, korban sekitar 20-an orang. Tapi mereka langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Ketua Tim SAR Minahasa, Jeffry Mambu, yang telah menurun-kan personelnya di lokasi sejak pagi.
Di sisi lain, sejumlah warga mengaku kecewa. Pasalnya, setelah antri berjam-jam, na-mun amplop yang mereka teri-ma ternyata kosong. Padahal umumnya warga miskin yang datang saat itu, masing-masing menerima amplop berisi peca-han 100 ribu. Menariknya, ada warga yang tak kebagian. Ini setelah personel yang ditugas-kan Vreeke untuk menyalur-kan amplop, menyatakan am-plop telah habis. Warga pun kemudian mendatangi rudis bupati, dengan maksud me-minta amplop serupa kepada Vreeke yang waktu itu diketa-hui sedang tidur siang.
Sementara menurut Jubir Pe-merintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, Glady Kawatu SH MSi, uang yang dibagi-bagikan tersebut bukan berasal dari kas Pemkab Minahasa. Jelas Glady, dananya murni dari pri-badi Vreeke. 
“Yang saya dengar, ada sekitar 6.000 amplop yang disiapkan. Tapi saya tidak tahu berapa isinya. Yang pasti, dana itu tidak diambil dari kas pemkab,” ujar Kawatu sembari menambahkan, setahu dia tradisi ini sudah lama di-lakukan Vreeke, bahkan saat sebelum menjadi Bupati Minahasa.(dav)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin