|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
29 Desember 2007
|
|
Al Qaeda Klaim Pelaku
Pembunuhan Benazir Bhutto
|
Teka-teki dalang pembunuh Benazir Bhutto mulai ter-kuak. Juru bicara Al Qaeda mengklaim bertanggung ja-wab atas aksi tersebut. “Kami bersumpah aset-aset berhar-ga milik Amerika akan dika-lahkan oleh para mujahid,” ujar juru bicara Al Qaeda, Mustafa Abu Al-Yazid dalam sebuah perbincangan via telpon dengan Adnkronos International (AKI) dari sebuah lokasi yang dirahasiakan.
Kata-kata tersebut ia ucap-kan dalam bahasa Inggris yang terbata-bata. Al Yazid adalah komandan utama Al Qaeda. Sementara itu, Gedung Putih juga mengatakan, tin-dakan pembunuhan ini sangat mirip dengan gerakan Al Qaeda dalam memerangi musuh-musuhnya selama ini.
“Bagaimanapun juga, pelaku dari pembantaian ini adalah musuh demokrasi. Taktik yang mereka gunakan ini mirip dengan Al Qaeda, yakni mereka melakukan bom bunuh diri yang menewaskan orang-orang yang tak berdosa serta meng-ganggu proses demokrasi,” ujar juru bicara Gedung Putih, Scott Stanzel.
Kematian mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhut-to sebenarnya telah lama diren-canakan. Sebuah surat anca-man pembunuhan pernah di-layangkan kepada pemimpin wanita Muslim pertama pasca- kolonial ini pada Oktober 2007 lalu. “Benazir Bhutto menerima surat ancaman pembunuhan dari organisasi Islam militan, termasuk Al Qaeda,” ujar juru bicara pemerintah Pakistan seperti dilansir AFP, Jumat (28/12).
Dalam surat itu disebutkan, pengirimya adalah teman Osama bin Laden dan rekan para mujahid Pakistan. Surat dua halaman yang ditulis de-ngan tangan itu menggunakan bahasa Urdu. Juga disebutkan dalam surat itu, Benazir akan dibunuh di dalam mobil atau di dalam kamar tidurnya. Ter-nyata memang benar, Benazir meregang nyawa saat berada di atas mobilnya.
Keotentikan surat itu masih belum bisa dipastikan, namun pihak Benazir sebenarnya telah meminta kepada pemerintah untuk menginvestigasi siapa pengirim surat maut itu se-belumnya. Sementara itu, ke-matian Benazir Bhutto telah memicu kemarahan pendu-kungnya. Ratusan sampai ribuan orang turun ke jalan-jalan di beberapa kota di Pa-kistan untuk menyampaikan protesnya.
Aksi tersebut berujung anar-kis yang berupa perusakan maupun pembakaran gedung dan rumah-rumah. Aparat ber-tindak tegas sehingga timbul korban jiwa. “Jumlah korban tewas akibat kerusuhan men-capai 10 orang, kebanyakan di propinsi Sidh,” kata jubir kementerian dalam negeri Javed Cheema.
Korban tewas, 4 orang di Ka-rachi, 4 di Sindh, dan 2 lainnya di Lahore. Cheema menambah-kan, lusinan orang juga terluka akibat aksi kekerasan tersebut. Di sisi lain, dalam aksi protes-nya, para pendukung Bhutto meneriaki Musharraf sebagai pembunuh. “Musharraf pem-bunuh! Musharraf anjing!” begitu makian pendukung Bhutto. Mereka menduga peme-rintahan Musharraf sebagai otak tragedi pembunuhan bekas Perdana Menteri Pakistan 2 kali itu. Bekas PM Pakistan Nawaz Sharif yang menyebut Bhutto sebagai saudara perempuan juga mengecam penembakan dan pembunuhan Bhutto. Dia berikrar akan melakukan pem-balasan. Demikian seperti dibe-ritakan The Sun, Jumat (28/12).
Dari Karachi dilaporkan toko-toko tutup. Tembakan terde-ngar di mana-mana. Kerusu-han juga terjadi di Lahore, Multan, dan Peshawar. Bank-bank dibakar, toko-toko dija-rah. Melihat rakyatnya menga-muk, Musharraf meminta mereka tenang. Dia juga me-ngumumkan tiga hari ber-kabung. Jenazah Bhutto sen-diri telah dikubur kemarin, dan ribuan warga menghadiri pe-makamannya.(dtc/sbr/afp)
|
|