HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

29 Desember 2007

2007, Polda Sulut Utang 3.812 Kasus


Kapolda Sulut Brigjen Pol Yakhobus Jacki Uly menegas-kan, dari 9.650 kasus tindak pidana yang dilaporkan ke Polda sulut sepanjang tahun 2007, tercatat 5.738 kasus yang sudah diselesaikan. Dengan demikian tercatat ada 3.812 kasus yang masih menjadi utang Polda untuk dituntaskan tahun 2008 mendatang. Hal ini terungkap dalam jumpa pers dengan Ka-polda Sulut dan seluruh jaja-ran Polda, Poltabes dan Polres se-Sulut di ruang Tri Brata Ma-polda Sulut, Jumat (28/12).
Menurut kapolda, dari jumlah ini, tingkat kerawanan terjadinya tindak pidana ada di Manado yang kemudian disusul Bitung, Minahasa, Bolmong, Minut dan Minsel. Sementara itu beberapa dae-rah lain seperti Tomohon, Sa-ngihe dan Talaud dinilai ma-sih kurang tingkat kerawa-nannya.
Meski demikian, lanjutnya, dibanding tahun 2006 lalu, angka tindak pidana relatif menurun. Pasalnya di tahun 2006 lalu jumlah tindak pida-na mencapai 10.673 kasus, mengalami penurunan 1.023 kasus atau 9 persen. Namun penyelesaian perkara menga-lami penurunan sebanyak 6 kasus atau 0,10 persen dari tahun 2006 yang mencapai 5.744 kasus.
Kapolda menyebutkan, pada kasus-kasus tertentu yang menjadi perhatian Polda ter-catat ada 822 kasus di tahun ini. Jumlah ini terdiri dari 48 kasus kebakaran, 57 kasus pemerkosaan, 44 kasus pem-bunuhan, 76 kasus anirat, 152 kasus curat, 16 kasus curas, 306 kasus pemerasan dan pengancaman, 64 kasus narkoba, 33 kasus curanmor dan 26 kasus senpi handak. 
Secara keseluruhan jumlah ini mengalami penurunan 20 persen dibanding tahun 2006 yang mencapai 1.029 kasus. Namun ada beberapa kasus yang mengalami kenaikan seperti kasus pemerasan dan pengancaman, kasus narko-ba, curanmor. 
Sementara dari 26 kasus senpi baru teridentifikasi 24 kasus yang diperkirakan be-kas perang dunia II yang ma-sih aktif. 
Di bidang lalu lintas, jelas kapolda, jumlah pelanggaran mencapai 68.856 kasus atau mengalami peningkatan 16 persen dari tahun 2006 yang mencapai 56.296. Jumlah ke-celakanaan lalu lintas men-capai 276 kasus atau meng-alami penurunan 18 persen dari tahun 2006 sebanyak 340 kasus. Dari jumlah ter-sebut sebanyak 215 orang meninggal dunia atau turun 29 persen dari 305 orang di tahun 2006, 127 orang luka berat atau naik 28 persen dari 99 orang di tahun 2006 dan 92 orang luka ringan atau turun 48 persen dari 180 orang di tahun 2006. 
Sedangkan, kerugian ma-terial akibat kecelakaan lalu lintas mencapai Rp 840.664.800 atau turun 21 persen dari 1.066.144.400 di tahun 2006. 
Kapolda menambahkan, untuk kasus-kasus menonjol yang menimbulkan keresahan dan berdampak pada kehidu-pan sosial masyarakat terca-tat 56 kali unjuk rasa, 22 kali bencana alam, satu kasus ta-wuran antarkampung yang terjadi di Manado dan 3 kali teror bom. 
Sementara kasus yang men-jadi atensi pimpinan adalah penyalahgunaan senjata api dinas di Aspol Paniki Bawah Mapanget. 
Di mana telah terjadi pe-nembakan dengan senpi revolver yang dilakukan Bripda Benny Titarsole dari Ditlantas Polda Sulut terha-dap Moralisma Kause yang adalah istrinya. Juga kasus penyalagunaan senpi di As-rama Kompi IV Pelopor Brimob Inuai Bolmong yang mengakibatkan tertembak-nya seorang anak Brigadir Bambang Iriadi berusia 5 tahun. 
Selain itu, utang Polda juga terjadi pada kasus yang menjadi prioritas pimpinan Polri baru 191 kasus yang diselesaikan dari total 338 kasus. Kasus-kasus tersebut adalah 8 kasus korupsi dari 15 kasus, 18 kasus illegal logging dari 107 kasus, 31 kasus perjudian dari 63 ka-sus, 65 kasus premanisme dari 76 kasus, 3 kasus traffik-ing dari 11 kasus. Dengan demikian ada 147 kasus yang belum berhasil diselesaikan. Hanya kasus narkoba dengan 64 kasus dan kasus penye-lundupan dengan 2 kasus yang berhasil diselesaikan seluruhnya. 
Kapolda juga membeberkan data tindak pidana, pelang-garan dan kode etik yang dila-kukan anggota Polda Sulut sepanjang tahun ini. Tercatat 1.110 kasus pelanggaran personel atau meningkat 117 kasus dari tahun 2006, 8 ka-sus tindak pidana atau ber-kurang 16 kasus dari tahun sebelumnya dan 13 kasus kode etik profesi atau mening-kat 3 kasus dari tahun 2006. Dari kasus ini sudah 38 kasus disiplin dan 13 kasus kode etik yang disidangkan serta 8 kasus yang diteruskan ke reskrim.
Yang menarik, menurut kapolda tercatat 80 persen tindak kejahatan disebabkan karena pelaku dipengaruhi minuman keras (miras). Karena itu dirinya mendesak pemerintah daerah baik pro-pinsi maupun kabupaten/ko-ta untuk mengadakan sebuah perda tentang miras. Bahkan menurut kapolda, dirinya sudah pernah mengusulkan hal ini tahun lalu namun be-lum juga direalisasikan.
“Tapi saya pantas berterima kasih kepada seluruh ma-syarakat Sulut yang masih mendukung kinerja polisi hingga saat ini. Juga peran serta tokoh agama dan ma-syarakat di daerah ini sangat membantu terciptanya suasa-na yang kondusif. Mudah-mudahan dukungan ini terus diberikan untuk mendukung kinerja polisi,” pintanya. 
TOAR-MANUS
Pada kesempatan tersebut, kapolda juga ditanyai bebera-pa kuli tinta soal penanganan sejumlah kasus, di antaranya kasus kematian Odi Manus dan kasus pencarian Toar Samuel Tangkau SPd. Terha-dap kedua kasus ini, kapolda menegaskan pihaknya masih tetap melakukan upaya pena-nganan hingga tuntas.
Khusus kasus Manus, ka-polda menegaskan belum ter-ungkapnya kasus ini dise-babkan belum adanya hasil tes DNA yang dilakukan di Australia. Sedangkan untuk kasus Toar, kapolda menga-kui pihaknya masih melaku-kan pencarian terhadap yang bersangkutan. “Tidak gam-pang menangkap Toar. Dia hebat dalam hal IT sehingga tahu kelemahan dari IT terse-but. Buktinya, meski kebera-daannya sudah diketahui namun personel polisi tidak mampu menangkapnya kare-na rencana polisi sudah di-ketahui Toar,” ujarnya. 
Namun demikian, kapolda tetap optimis, kedua kasus besar tersebut akan segera diselesaikan. Dirinya berha-rap agar masyarakat dapat bersabar hingga penanganan-nya dapat segera tuntas. 
“Kami juga tidak ingin me-nunggak penanganan kasus-kasus di Polda Sulut. Hanya saja kami membutuhkan waktu untuk menuntas-kannya,” tandasnya.(imo) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin