|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
29 Desember 2007
|
|
Produksi Padi di Bolmong Masih Rendah
|
Dalam sosialisasinya mengenai keunggulan padi jenis hibrida di Desa Tumokang Baru, Kecamatan Dumoga Utara, Sabtu pekan lalu, Budi Prawoto mengatakan jumlah produksi dan mutu padi lokal di Bolmong masih tergolong rendah. Dikatakannya, jumlah produksi yang hanya berkisar enam ton per hektar itu, dikatakan belum memenuhi standar, yang seharusnya bisa mencapai sepuluh ton per hektar.
Ini merupakan pukulan bagi Pemkab Bolmong untuk lebih meningkatkan jumlah pro-duksi padi di Bolmong yang selama ini terkenal sebagai lumbungnya beras di Sulut. Budi amat menyayangkan bila potensi alam yang besar ini hanya dikelola dan dita-ngani secara tradisional tanpa harus melihat kemajuan tek-nologi mengenai cara penge-lolaan lahan dan komoditi pertanian.
“Para petani di Bolmong, masih menggunakan cara pe-ngelolaan tradisional dan ma-sih menggunakan bibit stan-dar lokal. Tidak seperti padi hibrida, yang sudah banyak digunakan oleh petani-petani maju lainnya. Seharusnya pe-merintah yang terkait harus jeli melihat peluang ini. Saat itu, walau kondisi curah hu-jan yang amat lebat, namun animo masyarakat Desa Tu-mokang Baru untuk menge-tahui rahasia keunggulan padi jenis hibrida dan cara pemeliharaannya ini, sangat besar,” jelasnya.
Budi mencontohkan, jenis padi hibrida yang ditangani dengan menggunakan obat (Score, nama jenis obat bibit padi, red) berkualitas untuk pemeliharaannya, akan meng-hasilkan beras yang bermutu tinggi dan bertaraf nasional.
Telah dibuktikan, lahan sa-wah yang digunakan untuk percontohan menanam padi dengan atau tanpa menggu-nakan padi hibrida, sangat berbeda dengan padi jenis lokal yang selama ini digu-nakan oleh masyarakat petani di Bolmong.
Ini terlihat saat Budi Pra-woto beserta rekannya meng-adakan penyuluhan sekaligus sosialisasi mengenai berbagai jenis obat-obatan untuk per-tumbuhan bibit padi jenis hi-brida. “Bentuk padi lokal de-ngan padi hibrida sangat ber-beda, dapat dilihat dari ben-tuknya yang lebih bersih, besar dan berkualitas diban-dingkan dengan padi lokal,” kata Budi dihadapan puluhan petani. Tidak hanya itu, tam-bahnya lagi, selain mutu padi yang berkualitas, jumlah produksi padi pun meningkat secara signifikan. “Yakni hingga sepuluh ton per hektar,” jelas Budi.(tr-03)
|
|