|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
29 Desember 2007
|
|
Jumlah Uang yang
Diedarkan di Sulut Melonjak
|
Jumlah uang yang diedarkan di Sulut sampai tanggal 28 Desember 2007 net Rp 660 miliar atau naik Rp 210 miliar jika dibanding tahun sebelumnya (2006) yang hanya sebesar Rp 450 miliar.
Kenaikan ini, menurut pe-mimpin Bank Indonesia Ma-nado, Jeffrey Kairupan, me-rupakan rekor selama ini. Dan jika melihat penyebaran ke-naikan tersebut, maka terbe-sar terjadi pada bulan Desem-ber. “Ini merupakan dampak dari persiapan Natal, tahun baru dan penyelesaian ang-garan proyek,” kata Kairupan saat menggelar dialog di kantor BI kemarin.
Khusus untuk bulan Desem-ber sendiri, dikatakan Kai-rupan outflow-nya mencapai Rp 600 miliar. Dari jumlah tersebut Rp 235 miliar untuk Bank Sulut. “Karena bank ini yang paling besar dana pe-nyelesaian proyek pemerin-tah,” tukas Kairupan.
Melihat kondisi tersebut, ka-ta putra Remboken ini, maka diduga kuat bahwa akan ada lonjakan konsumsi. “Tapi data pastinya nanti akan dikeluar-kan oleh BPS (Badan Pusat Statistik), namun itu dugaan sesuai logika ekonomi,” kata Kairupan didampingi Deputi BI Manado, Mohammad Najib serta petinggi BI Manado lainnya.
Demikian juga dengan per-tumbuhan ekonomi, menurut Kairupan, akan lebih baik dari tahun 2006. “Kalau tahun se-belumnya 6,16 persen, tahun 2007 ini akan lebih tinggi dari itu, tapi masih di bawah 7 persen,” ungkapnya.
Di pihak lain, terkait dengan penemuan uang palsu sepan-jang tahun 2007 ini, dikatakan Kairupan, memang mengalami sedikit kenaikan dari 180 lem-bar pada tahun 2006 menjadi 211 lembar pada tahun 2007 ini. “Tetapi kalau kita lihat no-minalnya dengan jumlah uang yang diedarkan, prosentasenya sangat kecil. Meski begitu kita tetap melakukan kewaspada-an, antara lain dengan mem-berikan sosialisasi kepada masyarakat,” tandasnya.(ami)
|
|