|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Minut |
29 Desember 2007
|
|
RSUD Walanda Maramis diminta tidak lakukan pungutan
Luntungan: Tes Narkoba bagi CPNS Harus Diawasi Ketat
|
Tes kesehatan dan narko-ba yang bakal dijalani 74 orang CPNS yang telah di-nyatakan lolos seleksi, diha-rapkan mendapat perhatian serius Pemkab Minut. Demi-kian diungkapkan Ketua Ge-brak Minut, William Simon Luntungan, Jumat (28/12) kemarin.
“Pemkab Minut kami harap memantau secara ketat pro-ses tes kesehatan dan narko-ba tersebut, agar ke-74 CPNS yang telah lulus seleksi ini be-tul-betul lolos tes karena me-mang sehat dan bebas narko-ba,” kata Luntungan.
Ditambahkan Luntungan, demikian halnya dengan pihak RSUD Walanda Maramis yang merupakan tempat pelaksa-naan tes tersebut. “Diharap-kan juga RSUD Walanda Ma-ramis tidak membebankan pu-ngutan apapun selama proses test. Karena pemkab melalui Asisten III dengan tegas me-ngatakan kalau tes di RSUD tersebut adalah bebas biaya. Hal ini penting agar para CPNS tersebut tidak dibiasakan de-ngan tradisi “ucapan terima kasih” agar setelah menjadi PNS nanti, mereka tidak me-lakukan hal yang sama,” tegas aktivis vokal ini.
Sementara itu, ketika dikon-firmasi terpisah Asisten III Herman Sompie menyatakan CPNS yang terbukti positif menggunakan narkoba maka yang bersangkutan bisa saja gugur. Sedangkan soal biaya pemeriksaan, Sompie menga-takan biayanya memang di-tanggung oleh pemkab sebagai pihak yang melakukan pe-meriksaan dan pelaksana pe-nerimaan CPNS. “Biaya terse-but ditanggung pemkab,” pa-par Sompie, kepada sejumlah wartawan.(vcq/art)
|
|