|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Tomohon dan Sekitarnya |
29 Desember 2007
|
|
Miliki modal kelembagaan penyuluhan
Pusat Percayakan Tomohon Gelar P3TIP
|
Ini patut dibanggakan. Pasalnya, dari 71 kabupaten/kota se-Indonesia, Kota Tomohon merupakan satu-satunya yang dipercayakan pemerintah pusat melaksanakan Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP). Menurut Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Kota Tomohon, Jemmy Matindas SP, pertimbangan pusat karena Kota Tomohon memiliki kelembagaan penyuluhan.
“Bukan itu saja, kepercayaan yang diberikan pemerintah pu-sat karena melihat kepedulian eksekutif dan legislatif terha-dap peningkatan SDM petani sangat besar,” tukas Matindas didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (P2K), Jeef Anes, Jumat kemarin.
Dikatakan Matindas, P3TIP dilaksanakan di Kota Tomo-hon selama lima tahun yang dimulai 2007 hingga 2012. Inti dari kegiatan ini, jelasnya, yak-ni untuk mengembangkan sis-tim pelayanan pertanian se-suai permintaan pasar berda-sarkan kemitraan antara ke-lompok tani, pemerintah dan perusahaan swasta di setiap lini. “Nah untuk mencapai ini semua ada empat komponen yang akan dilaksanakan yakni penguatan sistim penyuluhan yang berorientasi pada kebu-tuhan petani, penguatan ke-lembagaan dan kapasitas petugas penyuluh, peningka-tan, pengkajian dan penyeba-ran teknologi serta penyediaan pelayanan informasi. Jelasnya di sini, membangun pertanian tanpa membangun SDM peta-ni maka hasilnya akan sia-sia belaka,” ujarnya.
Dituturkan pria murah se-nyum ini, kegiatan yang telah dilaksanakan terkait P3TIP yakni baru kegiatan-kegiatan persiapan berupa sosialisasi dan desiminasi kegiatan pe-nyuluhan yang dikelola oleh petani (FMA), sosialisasi FMA tingkat kota kepada para kumtua/lurah dan camat, pe-ngelolaan alat pengola data serta pelaksanaan rencana aksi anti korupsi yaitu melalui kegiatan pertemuan-perte-muan dan pemberitaan mela-lui media masa. “Kegiatan-kegiatan yang kami laksana-kan ini telah terserap dana sekitar Rp 119 juta dari total dana anggaran 2007 sebagai-mana DIPA sebesar Rp 1.390. 540.000. Jadi untuk dana yang tersisa akan dialihkan pada kegiatan 2008 nanti,” terangnya.
Ketika ditanya kenapa masih ada kegiatan yang belum ter-laksana dan ada anggaran yang tersisa, Matindas menga-ku karena DIPA nanti efektif pada pertengahan Oktober 2007. “Di samping itu ada ke-giatan lainnya yang harus di-dahului kegiatan yang dilak-sanakan pusat,” tandasnya.(jok)
|
|