HOME : FOOTBALL

Berita Panggung Politik

02 February 2007

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Benny Josua Mamoto

 

 IKUTI KOLOM TABEA

   

Tegap Bela Negara, Tegar Gali Budaya
KETIKA ‘nilai-nilai global’ kian merasuk kehidupan, makin sedikit orang masih peduli dengan budaya daerah. Satu di antaranya, adalah Benny J Mamoto, Putra Kawanua yang bahkan begitu antusias ‘mendemonstrasikan’ kerinduannya untuk terus menggali dan melestarikan seni budaya negeri sendiri. 

Sebetulnya, keseharian Ma-moto sarat dengan tugas dan tanggungjawab selaku ‘abdi negara’. Bukan di bidang pe-ngembangan seni budaya. Me-ngemban panggilan pengab-dian di Markas Besar Polri Unit Bareskrim selaku perwira polisi dengan pangkat Komi-saris Besar (Kombes), jelas pe-kerjaannya lebih bersentuhan dengan soal kamtibmas dan bela negara. Namun, pria ber-pendidikan master hukum dan kini kandidat doktor di Universitas Indonesia ini jus-tru begitu getol mendukung berbagai aktivitas yang berhubungan dengan peles-tarian kebudayaan. Istime-wannya lagi, ke-getol-annya itu senantiasa menyimpan visi ’menjual potensi’ tanah lelu-hur, Negeri Nyiur Melambai.
Contoh paling aktual, baru-baru ini Benny Mamoto men-jadi ‘pencetus ide’ sekaligus ‘penopang utama’ pembuatan replika kontra bas musik bam-bu klarinet terbesar di Indo-nesia, bahkan di dunia. Ting-ginya 5,20 meter, panjang ke-seluruhan 32 meter, dengan keliling lingkaran 6,8 meter. Replika ini menjadi ‘kado ma-nis’ perayaan HUT ke-4 Kabu-paten Minahasa Selatan.
Sebelumnya, Mamoto juga ikut ‘menggagas dan membi-dani’ pembuatan replika Po-hon Natal Dodol Kenari ter-tinggi di dunia yang dipajang di Bandara Sam Ratulangi, Begitu pun dengan pembuat-an replika Pohon Natal Kacang Kawangkoan tertinggi di dunia yang dipajang di ‘kawasan interior’ Boulevard Mall, Ma-nado. “Sasaran dari replika-replika tersebut bukan seka-dar ingin mendapatkan penga-kuan Museum Rekor Indone-sia (Muri), tapi, bagi pengga-gas, momen-momen itu diha-rapkan menjadi motivasi bagi para pengrajin, pemusik, pe-tani, nelayan, usahawan, maupun pemerintah guna le-bih melihat potensi-potensi lo-kal untuk dikembangkan,” ka-tanya seperti dikutip Recky Runtuwene, salah seorang ‘pelaksana’.
Karena itu, Mamoto juga de-ngan antusias menjabarkan ke-percayaan yang diembankan kepadanya selaku pimpinan Panitia Festival Seni Budaya Sulawesi Utara 2007. Dan, pembuatan replika-replika itu merupakan rangkaian acara yang dikemas menuju kegiatan puncak, medio tahun ini (Juli 2007). Sederet kegiatan lain bahkan telah dilaksanakan laksana ‘pemanasan’ sebelum mencapai hari puncak.
Kegiatan dimaksud antara lain, Festival Tari Maengket Tingkat Nasional V dipusatkan di Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta (22 November 2006). Juga, diadakan simulasi awal Festival Seni Budaya Sulut 2007 (mini skenario) diikuti 700 penari/pemusik (GOR Maesa Tondano, pada 2 De-sember 2006). Selain itu, tak kurang dari tujuh kali dilaku-kan pelatihan pelatih di Mina-hasa, Minahasa Selatan, Mi-nahasa Utara, Tomohon, Ma-nado, bahkan tingkat nasional sepanjang tahun 2006. Total pesertanya mencapai ratusan seniman. Sebuah forum semi-nar nasional Tari Maengket pun sudah diadakan, yakni pada 24 Juni 2006 di NAM Center, Kemayoran, Jakarta yang di-hadiri lebih 400 peserta.
Bagi Mamoto, seni budaya tradisional, kalau ditempat-kan pada posisi dan nilai yang sebenarnya bisa menjadi alat pencerahan masyarakat akan kesadaran hidup, baik hidup berbangsa, bermasyarakat, termasuk hidup yang mentaati segala peraturan. Sebab, me-nurutnya, di balik seni banyak nilai-nilai kehidupan yang positif, yang bisa kita serap, salah satunya adalah bahwa seni budaya bisa menjadi in-spirasi untuk hidup lebih harmonis. Dan seni budaya juga bisa menjadi alat untuk memo-tivasi seseorang. Dan yang le-bih tinggi lagi, seni budaya adalah gambaran ekspresi mengucap syukur kepada Tuhan yang Maha Esa. 
Dalam konteks itu, baginya, para seniman dan pekerja seni bisa menjadi ujung tombak pembentukan karakter dan ja-ti diri. “Karenanya, kita harus bangkitkan kembali ma-syarakat yang berjati diri lokal tetapi mempunyai wa-wasan global,” tambah suami tercinta Iya-rita Mawar-dy dan ayah dari se-orang pu-tra dan dua orang putri itu. Ini jelas bu-kan se-buah ‘misi’ yang gam-pang. Tapi bahwa ini menyim-pan visi yang luhur, siapa pun pasti setuju. Kita tunggu, ‘aksi budaya’ selanjutnya, Pak Benny!-(landywowor)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin