HOME : FOOTBALL

Headlines News  

14 February 2007

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Rebutan Minyak Tanah dengan TNI, Anggota Brimob Tewas Didor


Perseteruan yang dipicu an-trian dan perebutan minyak tanah sehingga membuat ketersinggungan, membuat anggota TNI dan Brimob baku tembak di Puncak Jaya Wi-jaya Papua, kemarin siang (13/02). Akibat bentrok ini, anggota Brimob, Briptu Yosef Tanimbar tewas. 
Kadiv Humas Mabes Polri, Sisno Adiwinoto di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Se-latan kepada wartawan Selasa (13/02) kemarin membenar-kan, bahwa adu tembak anta-ra anggota TNI dan Brimob terjadi di pengantrian minyak tanah. Kejadian itu berawal saat seorang anggota Brimob, Bintara Yosep, mengantri minyak tanah dengan meng-gunakan kartu dari sekretaris dewan. 
Namun pada saat Yosep men-dapat giliran, oknum aparat TNI yang menjaga antrian minyak tanah itu menolak. Karena ditolak Bintara Brimob itu pun mundur, dan me-ngantri kembali. Tak lama, lanjut Sisno, datang seorang anggota TNI membawa dirigen dan dilayani oleh aparat TNI yang menolak anggota Brimob tadi. Saat Yosep mendapat gi-lirannya kembali, minyak ta-nah dalam wadah di antrian tersebut telah habis. 
Padahal menurut info dari masyarakat, masih ada per-sediaan minyak tanah se-banyak setengah drum lagi. Tapi persediaan minyak tanah itu, diduga disembunyikan oleh anggota TNI tadi. Merasa diperlakukan tidak adil, ang-gota Brimob itu pun mem-protes diskriminasi tersebut. Perselisihan dan adu mulut pun tidak bisa terhindarkan. 
“Kamu belum tahu kami ya?” kata Sisno menirukan protes anggota Brimob tersebut. Tapi hal itu bisa selesai dengan berjabat tangan. Tapi sambil berjabat tangan, anggota TNI yang menjaga itu menantang anggota Brimob itu. 
“Kalau berani datang ke pos,” tantang anggota TNI itu, seperti ditirukan Sisno. Masih menurut Sisno, dua aparat keamanan itu kemudian ber-jalan menuju pos yang disebut anggota TNI itu. Tiba-tiba ter-jadilah adu tembak di antara mereka. Korbannya, Bintara Yosep yang terkena tembakan, lalu dibawa pergi oleh teman-nya. 
Tapi anggota Polri itu masih diberondong tembakan. Yosep akhirnya tewas dalam perja-lanan. Atas insiden ini, Kapol-da Papua dan Pangdam Tri-kora sudah berkoordinasi, dan akan menjatuhkan sanksi ke-pada mereka yang terlibat ben-trokan. 
Mabes TNI sendiri sudah menerima laporan mengenai baku tembak tersebut. Na-mun, pihak TNI masih belum bisa memberikan keterangan kepada publik mengenai insi-den tersebut. “Saya belum bisa memberikan keterangan, karena itu kewenangan Pang-dam dan Kapolda Papua. Be-sok (hari ini, red) jam 9 pagi akan ada joint conferences,” kata Kapuspen TNI Laksda Su-narko kepada wartawan di Ja-karta, kemarin. 
Sunarko menambahkan, pihaknya tak ingin menyalahi kewenangan, sehingga ketera-ngan resmi mengenai insiden tersebut diserahkan pada saat joint conferences yang akan digelar pagi ini. 
Sedangkan Pangdam XVII Trikora Mayjen TNI Zamroni telah memerintahkan jaja-rannya untuk menjaga situasi di Papua agar tetap tenang pascabentrokan anggota TNI dan Polri di Kabupaten Pun-cak Jaya. Pangdam juga me-merintahkan prajurit yang ter-libat diperiksa.
“Saya sudah terima rilis dari Kodam XVII Trikora bahwa Pangdam telah memerin-tahkan pada Danrem dan Sat-gas untuk mengamankan situasi agar tetap tenang dan bentrokan tidak meluas,” kata Kadispen Angkatan Darat Brigjen TNI Ricardo Siagian. 
Menurutnya, Pangdam dan Kapolda Papua juga telah memberikan pengarahan kepada jajarannya masing-masing di lapangan. 
Selain itu, Pangdam juga telah menghubungi gubernur Papua dan Bupati Puncak Ja-ya untuk mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang.
Pangdam juga sudah meme-rintahkan kepada Komandan Pomdam Trikora untuk meng-amankan pelaku yang terlibat bentrokan dan melakukan penyelidikan untuk menge-tahui siapa yang salah dan benar. 
“Kalau salah harus diproses sampai pengadilan,” kata Ricardo.(dtc/ihc/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin