|
|
|
![]() |
![]() |
|
Perebutan pimpinan PDIP Mitra
Djeremia ‘Dijegal’ SKep DPP
|
Perjuangan personel DPRD Kota Manado, Drs Djeremia Damongilala, dalam menggalang dukungan untuk menjadi Ketua DPC PDIP Minahasa Tenggara (Mitra), sia-sia belaka. Sebab ia tidak mendapat rekomendasi partai untuk maju dalam kompetisi pemilihan ketua partai, yang akan digelar usai pelantikan penjabat bupati.
Penjegalan ini bukan dise-babkan oleh ulah dari oknum-oknum tertentu internal PDIP, tetapi karena tak diizinkan aturan main partainya sendiri. Sesuai surat keputusan (SKep) Nomor 280 dari DPP PDIP, pengurus yang sudah dilantik dalam struktur orga-nisasi internal PDIP, dilarang untuk dilantik kembali men-jadi ketua dalam struktur par-tai pada satu tingkat di ba-wahnya. Hal itu dijelaskan sa-lah seorang elit partai itu.
“Saya hanya ingin menjelas-kan bahwa Djeremia Damongi-lala tidak dijegal oleh oknum-oknum internal partai, tetapi murni dihalau oleh aturan partai. Sebab SKep 280 DPP, melarang pengurus partai dilantik menjadi pengurus partai satu tingkat di bawah-nya,” jelas Bendahara DPD PDIP Sulut, Steven Kandouw.
Dijelaskan Kandouw, Damo-ngilala bukanlah korban per-tama dari SKep 280. Sebab ba-nyak kader internal partai juga telah menjadi korban serupa, termasuk dirinya yang gagal maju menjadi calon ke-tua partai di Minahasa. Ada pula Benny Rhamdani yang gagal maju sebagai calon ketua partai di Bolmong dan James Sumendap SH, yang gagal memimpin di Minsel.
“Torang samua juga korban SKep ini. Padahal sama-sama punya ambisi untuk menjadi ketua partai di wilayah ma-sing-masing. Namun apa bo-leh buat, karena dijegal atur-an, maka harus legowo terima konsekuensi,” jelas Kandouw.
Sementara itu pencekalan Damongilala ini, diprediksi akan menjadi batu sandungan bagi harapannya untuk maju di Pilkada Mitra. Sebab ketua partai nanti memiliki otoritas tersendiri dalam melakukan pengusulan bakal calon bu-pati dan wakil bupati. Damo-ngilala sendiri belum berhasil dihubungi untuk dimintai res-pons dan apresiasinya.(ran)
|
|