HOME : FOOTBALL

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

15 February 2007

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946(2)

 IKUTI BERITA LAIN

Kotamobagu, Antara Hidup dan Mati(3)

SURAT PEMBACA

Keunggulan Pariwisata Manado dengan 4 B

 COMMENTAREN

Memalukan, Aksi  Anggota DPRD


PERISTIWA Merah Putih 14 Februari 1946 merupakan salah satu mata rantai peristiwa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan berdasarkan Proklamasi 17 Agustus 1945, yang telah terjadi di beberapa tempat dalam lingkungan wilayah Indonesia, antara lain: (1). Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya, (2). Palagan Ambarawa di Jawa Tengah, Desember 1945, (3). Pertempuran Medan Area di Sumatera, Desember 1945, dan (4). Bandung Lautan Api di Jawa Barat, Maret 1946, satu bulan sesudah Peristiwa Merah Putih di Manado 14 Februari 1946.


Maka dalam keadaan darurat perang seperti ini, di mana pa-sukan Jepang yang sedang ter-sudut sehingga menjadi sangat beringas, kehidupan rakyat menjadi sangat tertekan sehi-ngga tidak memungkinkan tim-bulnya perlawanan terhadap Tentara Jepang yang memang sedang siap jibaku.
(2). Pada tanggal 21 Agustus 1945 Pemerintah Pendudukan Jepang dengan resmi menye-rahkan kekuasaan Pemerinta-han Sipil untuk seluruh Sula-wesi Utara Tengah (Kareside-nan Manado) kepada Pimpinan PPKI (Panitia Persiapan Kemer-dekaan Indonesia) sehingga ti-dak ada alasan bagi rakyat un-tuk memusuhi Jepang. Semen-tara itu Bendera Merah Putih mulai dikibarkan di sana sini walau pun belum merata, ka-rena ternyata masih banyak pe-ngikut setia Kerajaan Belanda yang terdiri dari para purna-wirawan tentara Belanda/KNIL yang termakan bujukan Belan-da untuk menjadikan Minahasa menjadi Provinsi ke-12 (TWA-PRO = Twalfde Provincie) keraja-an Belanda (yang terdiri dari 11 provinsi).
(3). Seminggu sesudah Peme-rintah Kekaisaran Jepang me-nyerah kepada Sekutu, maka suatu Tim Penghubung Militer Tentara Sekutu yang terdiri dari Pasukan Australia tiba di Ma-nado untuk mempersiapkan re-patriasi Pasukan Jepang sambil melucuti seluruh persenjataan pasukan Jepang yang segera di-musnahkan dengan menengge-lamkannya ke dasar laut di pe-rairan pelabuhan Manado. De-ngan demikian tidak ada senjata yang dapat direbut oleh para pe-muda pejuang seperti yang ter-jadi di Jawa dan Sumatera di-mana tentara Jepang masih sempat berkuasa secara ‘de fac-to’ sambil menunggu kedata-ngan Tentara Sekutu yang baru tiba pada awal Oktober 1945.
Dalam menghadapi situasi se-perti itu maka dapatlah dime-ngerti bahwa rakyat dan khu-susnya para pemuda pejuang di Manado/Minahasa hanya sang-gup melakukan gerakan sub-versif melawan NICA (Neder-lands Indies Civil Administra-tion) yang masuk ke Minahasa membonceng Pasukan Sekutu yang terdiri dari Tentara Aus-tralia dan mulai berkuasa pada medio Oktober 1945, serta menghadapi Papo-Papo Twapro yang ada di tengah-tengah kita. Bendera Merah Putih Biru diki-barkan di kantor-kantor peme-rintah sehingga semakin mem-buat gerah dan geram para pe-juang yang bergerak ‘di bawah tanah’.
Dalam pada itu semakin disa-dari bahwa kekuasaan NICA/Belanda hanya dapat ditum-bangkan melalui perjuangan bersenjata. Dengan demikian atas prakarsa sekelompok mili-ter pribumi anggota KNIL muda dibawah pimpinan Fourier Ch Taulu, dengan mendapat du-kungan dari para pemuda pejuang, terjadilah perebutan kekuasaan dari Komando KNIL dan Pemerintah NICA berupa “Peristiwa Merah Putih 14 Pe-bruari 1946” yang menjadi sa-ngat terkenal itu.
Kronologis terjadinya Peris-tiwa Merah Putih 14 Februari 1946:
14-15 Februari: 
= Perebutan kekuasaan dari pimpinan militer dan NICA yang membawahi seluruh wilayah ex-Keresidenan Manado. Pere-butan kekuasaan dilakukan di bawah pimpinan Fourir Ch Taulu dengan diawali pembe-rontakan di kalangan militer KNIL di Tangsi Garnisun Teling Manado dan perebutan Markas Besar KNIL di Tomohon.
= Sesudah kudeta berhasil maka peristriwa itu segera di-beritahukan kepada Pucuk Pimpinan Pemerintahan Militer Sekutu di Makasar dan pula dikirim berita radio kepada Pe-merintah RI di Yogyakarta.
15-16 Pebruari:
= Pembentukan Tentara Re-publik Indonesia.(bersambung) 

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin