|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Lurah Mengaku Mencambuk
Atas Izin Orang Tua Korban
|
Kasus oknum lurah yang me-nerapkan hukuman cambuk atas warganya, ditindaklanjuti DPRD Bitung melalui hearing yang digelar Kamis (15/02) ke-marin. Menariknya, saat dibe-rikan kesempatan bicara, Lurah Girian Bawah Rudi Hardi me-ngakui perbuatannya. Namun dia turut juga memberikan ala-san-alasan kenapa dia men-cambuk warganya itu.
‘’Saya hanya mencambuknya satu kali, dan itu pun atas per-mintaan orang tuanya (korban) karena anaknya sering mabuk dan suka memalak,’’ ungkap Hardi seraya berargumen, hu-
kuman itu dilakukan sebagai bagian dari pembinaan seka-ligus menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah ma-syarakat. Perbuatan Lurah Hardi tampaknya disambut pro sejumlah warga.
Dengar saja pernyataan To-koh Pemuda Islam, Kurnia Siti. Menurutnya, tindakan mem-berikan hukuman cambuk pantas dilakukan terhadap korban, karena yang bersang-kutan telah melakukan kesa-lahan yang mengganggu kamtibmas di Girian Bawah, Kecamatan Bitung Barat.
“Hukum cambuk itu wajib dilakukan karena pelaku telah melakukan hal-hal yang merugikan dan mengganggu kamtibmas. Jadi layak diberi pembinaan, apalagi diminta keluarganya sendiri,” tegas-nya.
Sementara Camat Bitung Barat, Mikhael Sondakh, juga membenarkan pengakuan lurah tadi. Menurutnya, pi-haknya telah melakukan penyidikan di lokasi kejadian dan ditemukan bahwa huku-man cambuk hanyalah pem-binaan semata dan itu juga atas permintaan keluarga dari korban yang dicambuk. “Tapi saya sudah minta kepada lu-rah untuk menerapkan ke-bijakan yang proporsional,” tambahnya.
Argumen Hardi dan sejum-lah warga yang pro terhadap kebijakan itu, ternyata mam-pu meluluhkan sikap legis-lator Bitung yang awalnya ngotot mengusulkan agar Hardi dipecat sebagai lurah. Buktinya, hearing yang di-pimpin Ketua Komisi A DPRD Bitung Ferdy Pungus ter-sebut, tidak mengeluarkan rekomendasi ‘pemecatan’ ter-hadap Hardi, melainkan ha-nya melimpahkan kasus ter-sebut ke Pemkot Bitung.
Mengetahui tidak ada rekom pemecatan yang dikeluarkan Komisi A, Hardi terlihat me-neteskan air mata terharu. Malah sejumlah anggota de-wan ikut trenyuh dalam hear-ing yang disaksikan puluhan warga masyarakat, dan ikut merangkul lurah yang sempat disorot sejumlah kalangan tersebut akibat kontroversi hukum cambuknya. Seperti diketahui, kasus cambuk ini merebak ketika sejumlah warga Girian Bawah mengadu ke DPRD Bitung, memprotes penerapan kebijakan tersebut.
Mereka menilai, hukum cam-buk sudah tidak sesuai lagi diterapkan saat ini. Bahkan se-jumlah kalangan dari akade-misi, tokoh agama dan politisi ikut mengkritisi penerapan hu-kum cambuk yang diperankan seorang pejabat selevel lurah ter-sebut. Kini kasus ini menunggu keputusan Pemkot Bitung. Akan-kah kebijakan Lurah Hardi ditolerir? Tunggu saja !!(imo)
|
|