|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Soal
Judi, permainan ketangkasan
Manado Harus Bersih dari Penyakit Masyarakat
|
Pucuk Pimpinan KGPM Gbl Tedius Batasina, Kamis (15/02) menegaskan, satu langkah untuk menuju Kota Pariwisata 2010, Manado harus bersih dari penyakit masyarakat. Di antaranya, judi, permainan ketangkasan. Karena me-nurutnya mengandalkan kekuatan dapat berdampak buruk di masyarakat.
Harusnya menurut Batasina harusnya masyarakat Mana-do harus memiliki tanggung jawab moral dan etika sebagai warga yang baik, untuk mem-bangun dan menata kehidu-pan masyarakat. Memiliki si-kap dan cara hidup yang mam-pu mencerminkan masyarakat yang agamais. “Artinya, mem-bangun suatu masyarakat ha-rus benar-benar diawali de-ngan komitmen kita untuk memberantas penyakit yang bersarang di dalamnya. Seper-ti halnya ketangkasan,”ujar-nya.
Pasalnya, ketangkasan atau yang biasa disebut adu otot, sifatnya hanyalah mengandal-kan kekuatan atau kekuasa-an belaka. Dan secara tidak langsung, ini akan berakibat buruk bagi yang bersang-kutan. Selain merasa som-bong diri, permainan ketang-kasan ini juga memiliki efek yang buruk di masyarakat. Ter-lebih bagi anak-anak kecil.
Ia mencontohkan, aksi gulat atau smach down yang dita-yangkan di TV secara tidak langsung banyak ditiru oleh anak-anak.”Begitu juga de-ngan permainan ketangka-san,”ucapnya.
Oleh karena itu, masyarakat Manado harus berupaya un-tuk bersama-sama, bagaimana membangun mentalitas ma-syarakat Sulut, memberi su-port kepada pemerintah Sulut. Terlebih, bagaimana Manado dapat membangun sumber daya insani, sebagai langkah cepat dan tegas untuk me-nanggulangi penyakit masya-rakat.
Tokoh Muslim Drs Amin Lasena, menyatakan hal yang sama. Permainan ketangka-san, jika memakai hadiah ten-tu saja akan menjurus ke hal perjudian. “Dan ini diharam-kan. Guna menciptakan in-san-insan yang agamais, se-mua bentuk penyakit masya-rakat tentunya harus diberan-tas,”tegasnya.(aan)
|
|