HOME : FOOTBALL

Headlines News  

17 February 2007

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Kisah mujizat seorang atlit paralayang
Selamat Setelah Terlontar Topan Setinggi Gunung Everest


ALAM memang tidak bisa dilawan. Meski seorang ahli paralayang sekalipun. Hanya mukjizat yang membuatnya selamat setelah tersedot badai topan dan terlontar hingga ketinggian 30 ribu kaki.
Ewa Wisnierska (35) sungguh tak menyangka insiden yang bakal dialaminya. Perempuan Jerman kelahiran Polandia ini mengabaikan nasihat dan pe-ringatan untuk tidak berlatih paralayang karena cuaca bu-ruk dan badai segera datang.
Wisnierska tetap berlatih di wilayah selatan Australia. Sikap keras kepalanya pun mendapat upahnya. Badai to-pan yang diprediksi akan da-tang, benarnya adanya. Dia pun tersedot.
“Saya bisa mendengar petir yang menyambar di depan sa-ya, di belakang saya, dan di se-kitar tubuh saya,” tuturnya seperti dilansir AFP, Jumat (16/02) yang dilansir warta online detik.com.
“Suasana saat itu gelap. Semuanya membeku. Tidak ada oksigen hingga saya ping-san selama 40 menit. Saya tahu saya tidak dapat berbuat apa-apa. Hanya bisa berharap dan berdoa saya bisa keluar dari pusaran topan entah di mana pun dalam keadaan hi-dup,” ujarnya.
Wisnierska kemudian ter-lontar ke udara dengan ke-tinggian 30 ribu kaki atau se-kitar 9,15 Km, seperti tercatat pada peralatannya. Ini meru-pakan ketinggian penerba-ngan Boeing 747, dan sekitar 1.000 kaki lebih tinggi dari Gunung Everest.
“Seluruh tubuh saya geme-taran dan masih setengah sa-dar. Tapi saya berusaha un-tuk terbang turun agar tubuh saya hangat dan mencoba mendarat,” tuturnya.
Dalam keadaan masih sete-ngah sadar, dia berhasil men-darat dengan selamat. Bebe-rapa menit kemudian krunya menemukan Wisnierska da-lam keadaan beku karena tubuhnya masih terselimuti es. 
Kejuaran Dunia Paralayang akan diselenggarakan minggu depan di Kota Manilla, Selandia Baru. Panitianya, Godfrey Wenness, hanya bisa menyebut Wisnierska sebagai perempuan paling beruntung.
“Tidak ada alasan logis yang bisa menjelaskan dia bisa se-lamat,” ujarnya. Apalagi sebe-lumnya, lanjut dia, ada atlit paralayang dari Cina, He Zhongpin, yang tewas karena bernasib serupa.
Meski selamat, Wisnierska menderita radang dingin pada telinga dan kakinya. Namun dia masih berharap bisa tetap ikut Kejuaraan Dunia Parala-yang. Dia mengaku tidak kapok berparalayang ria.
“Saya tidak tahu harus berterima kasih pada siapa. Saya berterimakasih pada para malaikat saja, sebab sa-ya tidak percaya Tuhan,” tu-kas Wisnierska enteng.(dtc/afp) 



  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin