|
|
|
![]() |
![]() |
|
Wongkar:
Silahkan ajukan mosi tidak percaya
Salahkan Pimpinan Komisi, Ketua BK Bela
Pimdekot
|
Kinerja
Pimpinan DPRD Kota (Pimdekot) Manado yang dinilai
tak maksimal dan mengganggu optimalisasi kinerja
DPRD, ternyata mendapat pembelaan dari Badan
Kehormatan (BK) DPRD Manado. Malah dalam kacamata
BK, kalau optimalisasi kinerja DPRD tak maksimal,
maka yang harus dipersalahkan adalah
pimpinan-pimpinan komisi.
Penilaian BK ini sebagaimana disampaikan Ketuanya,
Drs Jimmy Joseph, ketika dimintai tanggapannya soal
kinerja Pimdekot. “Kalau ada yang anggota DPRD
yang menyorot kehadiran Pidekot, ibarat tepuk air di
dulang terpercik muka sendiri. Karena BK belum
melihat ada sesuatu yang salah dengan kinerja
Pimdekot,” bela Joseph sambil berpribahasa,
sebagaimana dikatakannya kepada harian ini, Jumat
(16/02) kemarin.
Personel Komisi B DPRD ini kemudian merinci, untuk
Ketua DPRD, Drs Ferro Taroreh, ketidakhadirannya
disebabkan yang bersangkutan waktu lalu memenuhi
undangan Adeksi ketika perwakilan DPRD datang ke DPR
RI Jakarta. “Sepulangnya dari Jakarta, pak Ketua
dalam kondisi sakit, sehingga belum masuk,” kata
Joseph. Untuk para Wakil ketua, terangnya, Drs
Jermia Damongilala ada urusan partai yang tak bisa
ditinggalkan, termasuk juga dalam usaha mencapai
maksud politiknya. “Akan halnya pak Joudy Watung
juga demikian, ada urusan partai,” tukasnya. “Dan
ketiganya telah memberitahukan hal tersebut ke BK,
meski hanya secara lisan,” imbuhnya lagi.
Soal adanya penilaian bahwa kinerja DPRD agak
sedikit goyah, dan juga belum adanya agenda yang
jelas, Joseph mnyebut yang salah adalah pimpinan
komisi. “Menurut saya yang salah adalah pimpinan
komisi yang tak pro aktif mengatur kinerja
masing-masing komisi. Dan kalau mau jujur yang aktif
di DPRD saat ini hanya satu Komisi, yakni Komisi D,”
tukas Joseph, blak-blakan.
Sementara itu, personel komisi A, Nicolas Wongkar
menyatakan, kalau memang ada anggota dewan yang
tiodak sreg lagi dengan kepemimpinan Pimdekot saat
ini, silahkan menempuh upaya mosi tidak percaya. “Daripada
sibuk mencari aturan soal rolling Pimdekot, yang
memang tidak ada, menurut saya sebaiknya yang tidak
lagi percaya atau tidak suka lagi dengan Pimdekot
saat ini, silahkan melakukan mosi tidak percaya. Dan
saya kira ini sangat dimungkinkan,” tegas ujar
personel F-PG ini.
Ketua Fraksi PDIP, Drs Ronny Eman lebih memilih
untuk berkomentar berdasarkan aturan. “Kalau
rolling komisi memang diatur sesuai tata tertib
DPRD. Kalau ada wacana rolling Pimdekot, menurut
saya silahkan dilakukan kalau memang dibolehkan oleh
aturan. Yang pasti, Pimdekot itu sifatnya kolektif
bukan hanya ketua atau hanya wakil ketua,”
ungkapnya, bijak. Soal penilaian terhadap kinerja
DPRD sendiri, menurut Eman, harusnya yang memberi
penilaian itu adalah masyarakat, dan termasuk
media.(ftj)
|
|