HOME : FOOTBALL

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

17 February 2007

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Kajian Pembentukan Kecamatan Bantik(1)

 IKUTI BERITA LAIN

Kotamobagu, Antara Hidup dan Mati(5)

SURAT PEMBACA

Manado Butuh Taman Kota

 COMMENTAREN

Buronan Poso, Waspada Bersama


Wacana pembentukan Kecamatan Bantik di wilayah kepemerintahan Kota Manado bukan baru kali ini. Sebab berdasarkan tuturan Bapak Pdt Kelly Rondo dan Pdt Kapojos, itu awalnya tercetus sejak penetapan “Burung Manguni” sebagai lambang resmi Pemerintah Kabupaten Minahasa sekarang. 
1. Pendahuluan 
Namun wacana tersebut akhirnya tenggelam dan hilang berabad-abad lamanya karena tidak ditanggapi dan disikapi secara positif oleh para pihak yang berkompeten. Kemudian pemikiran ini kembali diangkat dan didengungkan penulis me-lalui perdebatan hangat ber-kepanjangan tentang Peluru-san Sejarah Manado dan Mi-nahasa pada halaman kolom opini harian Komentar dengan seorang mantan Ketua DPRD Minahasa dan guru sejarah Drs Joutje Sendoh. Bersama-an dengan hangatnya debat tentang pelurusan sejarah Ma-nado antara ke-2 Joutje, di sisi lain juga berkembang sebuah wacana pemekaran Kota Mana-do dengan memunculkan ide pembentukan Kota Manado Utara (KMU) yang digagas oleh Tim 11 (sebelas). Karena per-siapan Tim Sebelas yang kura-ng profesional, sasaran yang kurang jelas, serta maraknya resistensi masyarakat Manado yang berbuntut dengan sebuah aksi demonstrasi kelompok ma-syarakat Bantik Singkil di ge-dung DPRD & Pemerintah Kota Manado yang dengan tegas me-nolak wacana pembentukan KMU tersebut. Imbas dari wa-cana KMU juga turut membu-ahkan sebuah dialog interaktif di Pacific TV, yang mana melalui dialog tersebut bung Jimmy Tindi ikut pula mempercakap-kan dan mengusulkan ide ten-tang pembentukan sebuah Ke-camatan Bantik sebagai alter-natif dari wacana KMU tersebut.
Dari berbagai peristiwa/keja-dian di atas, akhirnya mengun-dang perhatian dan tanggapan positif dari Pemerintah Propinsi Sulut khususnya Bapak Guber-nur Drs S H Sarundajang dan Pemerintah Kota Manado khu-susnya Bapak Jimmy Rimba Rogi SSos. Di mana sikap dan dukungan positif pemerintah tersebut turut tercermin via mo-men peringatan gugurnya Pah-lawan Nasional Robert Wolter Monginsidi pada 5 September 2006. Untuk merespons duku-ngan positif Bapak Gubernur Sulut dan Bapak Walikota Ma-nado tentang adanya Kecama-tan Bantik di Kota Manado, pa-ra tetua masyarakat Bantik Ko-ta Manado telah mempercakap-kannya dalam berbagai kesem-patan/iven pertemuan rukun keluarga Bantik Manado teruta-ma menyangkut wilayah mana yang nantinya akan dijadikan Kecamatan Bantik. Juga pada suatu kesempatan perjumpaan dengan Bapak Gubernur Sulut Drs S H Sarundajang di rumah Dinas Gubernuran bumi beri-ngin, secara lisan telah mem-perbincangkannya dengan Di-rektur Eksekutif Masuinsau Bantik sekalian melahirkan ga-gasan untuk membuat kajian dalam bentuk sebuah proposal pembentukan Kecamatan Ban-tik di wilayah Kota Manado. Ka-jian dimaksud akan diarahkan pada suatu tinjauan kemampu-an demografi dan luas wilayah pemukiman serta tentunya ti-dak terlepas dari kepentingan politis. Artinya kita tidak akan membahas aspek kemampuan sosial-ekonomi, sumber daya alam, sumber daya manusia, dan tata-aturan sebagaimana lazimnya pada pembentukan sebuah pemerintahan daerah baru. Seperti halnya daerah tingkat kabupaten/kota mau-pun propinsi di mana di dalam-nya harus membuat suatu ana-lisa/kajian tentang kemampu-an menjalankan rumah-tangga-nya secara mandiri. Semoga tu-juan dan maksud yang tertuang dalam proposal ini mendapat dukungan positif dari seluruh masyarakat Bantik khususnya dan masyarakat Sulawesi Utara pada umumnya terutama para pengambil kebijakan yang terdapat di jajaran Pemerintah Kota Manado.
2. Asal Usul dan Keberadaan Masyarakat Bantik
Sampai sejauh ini masih ba-nyak yang tidak tahu tentang asal-usul dan keberadaan Mas-yarakat Bantik. Masyarakat Bantik awalnya dikenal dengan rumpun Pondaigi yang mula pertama mendiami tanah Pa-maedan (cikal bakal tanah Ma-lesung) pada bagian utara Katu-listiwa pulau Sulawesi. Kebera-daan generasi Pondaigi meru-pakan komunitas nomadic (ka-um yang gemar berpindah-pin-dah tempat pemukiman secara berkelompok) di mana sewaktu mereka masih mendiami Male-sung, mereka menemukan, me-melihara, dan mengawinkan Toar dan Lumimuut (Toada Bo I Lrumimuutu) paska Air bah/Bahterah Nuh. Yang mana keturunan suami-istri Toar dan Lumimuut ini telah berabad berkembang turun-temurun di wilayah Mandolrang dan pe-gunungan Wulur Mahatus. Ke-mudian mereka.(bersambung)

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin