HOME : FOOTBALL

Headlines News  

19 February 2007

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Walubi-Matakin Ibadah Bersama 


Perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek 2558 yang jatuh Minggu (18/02) kemarin di Sulut, dirayakan umat Budha berlangsung aman. Bahkan dua organisasi keagamaan yaitu Majelis Tinggi Agama Kong-hucu Indonesia (Matakin) dan Wali Umat Budha Indonesia (Wa-lubi) melaksanakan ibadah atau sembahyang bersama di klen-teng (bio-bio).
Usai sembahyang, umat Budha dan Konghucu membagi-ba-gikan angpao pada masyara-kat, terutama mereka yang ku-rang mampu. Syukur tahun baru Cina ini juga dilaksanakan di rumah-rumah. Suasana 
seperti ini dapat dirasakan di Manado khususnya di Kam-pung Cina dan di mana warga keturunan Cina berada.
Ketua Matakin Ws Hanny Kilapong mengharapkan, se-kiranya cinta kasih dan peng-abdian pada Tuhan yang Mahaesa dan sesama umat manusia dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan inti ajaran Konghucu.
“Untuk itu ciptakan suasana kehidupan yang harmonis kepada saudara-saudara dan tetangga-tetangga kita agar tercipta suasana yang rukun dan damai,” katanya sembari menambahkan, cinta kasih harus dilaksanakan dalam perbuatan kita, yaitu saling memberi pertolongan kepada orang lain, membantu sau-dara-saudara kita yang susah serta menghindari sifat keke-rasan dan selalu menonjolkan kekuasaan. 
Menjelang sehari sebelum Imlek, yakni Sabtu (16/02) la-lu bertempat di bio-bio (klen-teng) dan rumah-rumah, umat Konghucu melaksana-kan sembahyang ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa (TYME) dan sembahyang leluhur pada siang hari yang bermakna sebagai kelanjutan laku bakti dari anak-anak dan cucu-cucu keturunannya kepada orangtua mereka yang telah tiada. 
Pada malam hari dilaksa-nakan sembahyang ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa (TYME), untuk mengucap syukur atas rahmat perlindunganNya se-panjang tahun serta memo-hon rahmat dan perlindu-nganNya sepanjang tahun yang akan datang yang ting-gal beberapa saat akan kita masuki.
Sementara itu Ketua Sangha Walubi Indonesia Timur Bhiksu Dharma Surya Maha-stavira MSi mengatakan, Imlek dirayakan oleh seluruh umat Budha, khususnya keturunan Cina. “Tahun baru Budhis jatuh pada tanggal 10 Juni mendatang. Jadi dengan begitu, tahun baru ini khusus dirayakan bagi mereka yang keturununan Cina, karena Tahun Baru Imlek sesung-guhnya adalah tradisi,’’ jelasnya. 
Perhitungan bulan chandra sangkala tepat tanggal 1 di bulan Imlek atau hari perta-ma di bulan Imlek bertepatan dengan hari kelahiran mai-trea, bukan budha omi tu hud. Itu sebabnya umat Budha di Indonesia merayakan Tahun Baru Imlek sebagai satu tradisi yang boleh juga dira-yakan oleh umat Kristen keturunan Cina atau umat Katolik atau Muslim ketu-runan Cina yang mau me-rayakan Tahun Baru Imlek. Artinya, janganlah agama-agama ini mencampur-adukkan perayaan keaga-maan, yang mengakibatkan kebingungan bagi umat beragama.(aan/lex) 



  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin