HOME : FOOTBALL

Headlines News  

19 February 2007

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Yusril-Ruki Diminta Mundur 


Mensesneg Yusril Ihza Ma-hendra dan Ketua KPK Tau-fiequrrachman Ruki, diminta agar meletakkan jabatan dan dinonaktifkan, terkait kasus PL (Penunjukan Langsung) yang melibatkan keduanya. 
Permintaan ini datang dari PBNU (Pengurus Besar Nah-dlatul Ulama) dan YLBHI. 
“Untuk mempermudah pro-ses penyelidikan, kami me-minta Ruki mengundurkan diri sebagai ketua KPK karena dia orang yang paling ber-tanggung jawab,” kata Mana-jer Program Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Syaiful Bahri Anshori, akhir pekan lalu. 
Permintaan Syaiful itu terkait kasus pengadaan alat penyadap KPK senilai Rp 34 miliar yang melibatkan Ruki. Dalam kasus itu Ruki mela-kukan penunjukan langsung, tanpa melalui proses tender sebagaimana dilaporkan Yusril. Sebelumnya Yusril juga tengah diusut KPK ter-kait kasus PL-nya. 
Oleh sebab itu, Ketua Badan Pengurus YLBHI, A Patra M Zein, juga meminta Presiden SBY menonaktifkan Menses-neg Yusril Ihza Mahendra ber-sama Ketua KPK Taufiqur-rachman Ruki. Hal itu terkait ‘perang’ keduanya yang di-anggap bisa mengganggu kerja Kabinet Indonesia Ber-satu (KIB) dan citra KPK. 
“Kalau mau adil, ya nonak-tifkan keduanya. SBY kan atasan Yusril. Sementara, meski KPK itu independen, namun sebagai Kepala Negara SBY juga bisa minta agar Ruki nonaktif,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Koordinator ICW, Danang Widoyoko menyata-kan keheranannya kenapa Yusril baru melaporkan Ruki saat dirinya terdesak karena diperiksa sebagai saksi dalam kasus pengadaan proyek AFIS. 
“Sepertinya itu jadi kartu truf Yusril atau semacam alat bargaining position kepada Ruki. Namun kalau yang dila-porkan Yusril benar, itu juga bisa merusak KPK. Kasihan KPK.” Seharusnya, kata Da-nang, kalau memang Yusril sejak lama mengetahui apa yang dilakukan Ruki itu salah dan terindikasi korupsi, sejak saat itu juga Yusril melapor-kan Ruki ke kejaksaan. “Ja-ngan sekarang malah dilapor-kan ke KPK. Itu kan bisa me-nimbulkan konflik kepenti-ngan. Mana mungkin ada jeruk makan jeruk,” ujarnya terkekeh-kekeh. 
Sementara Ketua Pimpinan Kolektif Pusat Partai Demo-krasi Pembaruan, Noviantika Nasution mengharapkan, agar Presiden SBY turun ta-ngan menyelesaikan persete-ruan antara Yusril dan Ruki. Sebab, jika masalah itu di-biarkan berlarut-larut, maka publik akan mempertanyakan kredibilitas pemerintah yang tidak dapat menyelesaikan kemelut tersebut. 
Novi juga meminta Yusril dan Ruki memiliki komitmen yang sama kuat untuk me-negakkan hukum, bukan saling mengancam dan menjegal. “Komitmen itu harus diwujudkan sebagai-mana janji presiden,” ka-tanya.(zal/rmc)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin