|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Persmin raih poin pertama
Pemain Asal Papakelan Redam Eks Striker Arsenal
|
Eks striker Arsenal, Chris-topher Wreh yang memperkuat Perseman (Manokwari), tidak sehebat dulu. Malah ‘hanya’ dijaga defender Persmin jebol-an klub Panther Papakelan (Tondano), Stenly Katuuk, pe-main yang pernah mengantar The Gunners merebut juara Liga Inggris 1887/98 tersebut, tidak berdaya untuk melepas-kan diri.
Tak heran sejumlah penonton
yang menyaksikan duel Pers-min versus Perseman di Sta-dion Klabat kemarin (18/02) mengaku sedikit kecewa. ‘’Ka-mi datang bukan untuk lihat Persmin, tapi pemain eks Ar-senal itu. Tapi tampaknya dia tinggal nama besarnya saja. Permainannya tidak ada apa-apanya lagi,’’ ungkap Gustav, bolamania asal Manado.
Bagaimana tanggapan Wreh sendiri? Pemain Liberia yang tak lain adalah keponakan George Weah (eks striker AC Milan) ini mengaku sedikit kaget dengan iklim pertandi-ngan di Indonesia. ‘’Sepakbola di sini sangat berbeda, teru-tama ketika saya masih main di Arsenal dulu,’’ ungkap Wreh yang terlihat sudah agak gemuk itu ketika dicegat saat hendak menuju kamar ganti.
Soal penampilannya yang jauh dari harapan, Wreh memberi alasan tersendiri. Pe-main yang pernah merumput di AS Monaco sebelum pindah ke Arsenal ini mengatakan, dia belum bermain total. Apa-lagi dirinya baru bergabung dengan tim setelah mengurus administrasinya.
Hal ini turut dibenarkan agen-nya, Martha Dianta Silalahi yang ditemui Komentar di tri-bun pers. Menurut Martha, Wreh selama 10 hari harus bolak-balik Jakarta-Singa-pura mengurus suratnya yang salah nama dan asal negara saat difaks. ‘’Jadi dia itu 10 hari tidak berlatih dan harus mengurus suratnya,’’ kata Martha seraya menepis adanya pemberitaan bahwa Wreh sudah pensiun dari sepakbola sejak 2005 lalu.
‘’Dia itu masih bermain di liga utama di Liberia sebelum ke Indonesia,’’ ungkap wanita yang kini menjadi agen pe-main-pemain asal Liberia yang bermain di Indonesia. Sementara Wreh sendiri, saat ditanyai soal kekalahan 0-2 asal Persmin, mengatakan ka-lah itu biasa dalam sepakbola.
“Inilah sepakbola, kadang kita menang, kadang kita ka-lah. Apalagi saya turun belum total dan belum menyatu dengan tim karena masih mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan pan-jang,” ungkapnya.
Menurut Wreh, dua gol Pers-min yang terjadi karena keco-longan saja. “Dua gol terjadi karena kesalahan saja se-hingga pelatih harus lebih jeli melihat itu,” ujarnya singkat.
Senada dengan pelatih Per-seman Mahdi Harris, bahwa Wreh tidak bisa tampil mak-simal karena masih belum menyatu dengan tim. “Wreh tidak maksimal karena tidak latihan bersama, hanya kare-na tuntutan tim saja, maka dia diturunkan,” ungkap Mahdi.
Sementara itu, informasi yang diperoleh koran ini bah-wa Wreh sendiri hanya dikon-trak murah oleh Perseman. ‘’Menurut bocoran yang kami peroleh, Wreh hanya dikon-trak berkisar Rp 200-300 juta oleh Perseman,’’ kata seorang wartawan asal Papua yang datang bersama Perseman.
Sedangkan agennya, Martha saat ditanyai soal nilai kon-trak Wreh, enggan menyebut-kannya. ‘’Kalau soal itu raha-sia,’’ katanya.
POIN PERTAMA
Seperti diketahui, skuadra bernilai ‘miliaran rupiah’ Persmin Minahasa, akhirnya meraih poin sempurna perta-manya dalam laga menjamu Perseman (Wamena) di Sta-dion Klabat, Minggu (18/02) kemarin. Kemenangan 2-0 yang dicetak lewat kepala Osvaldo Moreno dan sebuah gol bunuh diri pemain Perse-man (Jantje Aronggear), men-jadi hiburan tersendiri bagi fans Minahasa dan Manado yang memadati Klabat.
Kemenangan ini sedikitnya mampu menghapus dahaga publik tuan rumah, karena sejak Ligina 2007 bergulir dua pekan lalu, belum satu pun kemenangan diraih Persmin, maupun saudaranya Persma. Tim Manguni yang menurun-kan tridente lini depannya, Osvaldo Moreno-Alcidio Flei-tas dan Jibby Wuwungan, langsung mengambil inisiatif menyerang sejak peluit kick-off dibunyikan wasit.
Di babak pertama, trio pe-nyerang Manguni ini berkali-kali menghujam gawang Per-seman yang dikawal Johanes Petrus. Namun berkat penam-pilan brilian dan sedikit hoki, Petrus mampu menjaga ga-wangnya tetap ‘perawan’ di babak pertama. Tiga kali tenda-ngan keras jarak jauh Jibby, dengan gemilang ditepis Petrus. Sedangkan aksi heading Fleitas dan Moreno, masih melenceng beberapa centi-meter dari gawang tim tamu.
Di sisi lain, penyerang Perse-man yang menurunkan eks striker Arsenal, Christopher Wreh, belum mampu menun-jukkan kelasnya sebagai pemain yang pernah berkiprah di klub raksasa Eropa. Wreh yang terlihat agak gemuk, sulit mendapatkan ruang gerak. Support bola dari gelandang Perseman juga kepada sangat sedikit. Di sisi lain, defender Persmin, Stenly Katuuk dan Warsidi juga mampu bermain taktis mematikan pergerakan pemain asal Liberia tersebut.
Hingga turun minum babak pertama, kedua tim bermain imbang tanpa gol. Memasuki babak kedua, Persmin tetap tampil menekan. Serangan bertubi-tubi yang dilakukan tuan rumah, akhirnya mem-buahkan hasil. Di menit ke 66 Moreno mampu merobek gawang Petrus lewat sun-dulan kepala. Unggul 1-0, Persmin tetap menjaga ritme dalam formasi menyerang. Di sisi lain, para pemain Perse-man malah terlihat panik.
Kondisi ini mampu diman-faatkan dengan baik Persmin. Melalui sebuah umpan ke kotak penalti, Fleitas menyam-butnya dengan tendangan. Bola liar yang mengarah gawang Perseman, coba dihalau pemain belakang tim tamu, namun bola malah terus meluncur ke dalam gawang Petrus. Skor pun berubah 2-0 untuk tuan rumah. Perse-man yang mencoba menye-rang untuk memperkecil ke-tinggalan, tak mampu men-dobrak pertahanan Persmin yang dikawal Warsidi, Stenly Katuuk dan Fadly Hariri.
Malah gawang Perseman berkali-kali terancam berkat serangan yang dibangun Kam-ga Dupleix dan Ulian Souza dari lini tengah. Masuknya Zulkifli dan Siswanto menggantikan Jibby Wuwungan dan Su-priyono, malah mampu me-nambah daya serang Persmin, terutama dari sektor sayap. Sayangnya peluang-peluang yang ada belum berhasil diman-faatkan Persmin untuk menam-bah gol, dan skor tetap berta-han 2-0 hingga wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir.(anq/tr-2)
|
|