|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Resi Gudang
Jangan Cuma Ngomong
|
Penerapan sistem resi gudang yang beberapa waktu lalu didengung-dengungkan pemerintah propinsi, kini menjadi penantian petani, sekaligus sebagai harapan untuk menjamin harga produksi pertanian. Namun sayangnya program tersebut baru sebatas bicara. Semen-tara panen raya, khususnya cengkih, sudah semakin dekat.
Pemerhati masyarakat, Wenny Lumentut menyatakan, sistem ini sangat besar man-faatnya bagi petani. “Terutama membantu petani agar harga bisa stabil atau bahkan naik. Oleh karena itu pemprop ja-ngan sekadar ngomong, tetapi buktikan dengan tindakan nyata agar sebelum panen tiba, petani bisa merasa tenang,” kata Wenny yang juga berpro-fesi sebagai pedagang pe-ngumpul di Manado.
Dikatakannya, kalau me-mang sistem ini mau diterap-kan, maka sebaiknya paling lambat bulan April-Mei sudah rampung disosialisasikan sampai tingkat desa agar para petani bisa jelas dan mengerti mekanismenya.
Lebih lanjut dikatakannya, harga cengkih tahu ini tidak akan turun di bawah Rp 30 ribu per kilo. “Hal ini disebabkan karena hampir semua daerah penghasil cengkih produksinya tidak maksimal. Sulut sendiri diperkirakan hanya akan memproduksi 10.000 ton, Sulawesi Tengah sudah terma-suk Toli-toli 10.000 ton dan Sulsel 20.000 ton,” tukasnya.
Di samping itu pula terjadi penundaan panen raya karena adanya intensitas curah hujan yang berlebihan sehingga ba-nyak pucuk buah menjadi da-un. Sekitar 10 persen bakal bu-ah jadi daun,” jelas Lumentut
Selain resi gudang, lanjut Lu-mentut, sebetulnya pemerin-tah masih bisa mengupayakan hal lain untuk menjamin harga stabil. “Solusi itu adalah pe-merintah poprinsi melobi em-pat pabrikan besar, yakni Sam-poerna, Gudang Garam, Dja-rum, Noyorono untuk mem-buka pembelian selama panen berlangsung yaitu Mei-Agustus 2007. Langkah ini harus di-tempuh dan jangan hanya ber-tumpuh pada satu pabrikan saja. Produksi tahun ini di-prediksi tidak akan lebih dari 100.000 ton. Sedangkan kebu-tuhan pabrik dan ekspor ke beberapa negara melebihi 100.000 ton,” jelasnya lagi.
Sebagaimana diketahui bah-wa dengan sistem resi gudang yang dirancang pemerintah propinsi, akan memberikan ja-minan bagi petani untuk me-nikmati hasil penjualan yang layak. Sebab selama harga ren-dah, petani dimungkinkan memperoleh dana dari bank yang ditunjuk hanya dengan jaminan resi gudang tersebut. Di mana resi gudang akan di-kantongi petani pada saat menyimpan hasil panennya di gudang yang ditunjuk peme-rintah. Dan bisa menjualnya ke pasar saat harga dianggap layak.(ami)
|
|