HOME : FOOTBALL

Berita Mimbar dan Keagamaan 

19 February 2007

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Diwarnai pembagian angpao 
Imlek Khonghucu dan Umat Budha Berlangsung Meriah 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Perayaan hari besar agama Simpan makna penting 
Umat Diimbau Hormati Hari Besar Agama

Ketua di dua wilayah pemekaran 
Supit-Lantu Pimpin BPD GSJA Sulut I-II dan Gorontalo

Minggu (18/02) kemarin suasana perayaan tahun baru Imlek 2558, atau yang lebih dikenal dengan tahun baru China umat Khonghucu dan Budha berlangsung berlangsung meriah. Nampak sejumlah kegiatan dipusatkan di klenteng (bio-bio), yang juga diwarnai dengan pembagian angpao. 
Sesuai dengan inti ajaran Khonghucu adalah cinta kasih dan pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa. Melalui momen ini umat diajak untuk mengembangkan rasa cinta kasih terhadap sesama. Dikatakan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Ws Hanny Kilapong mengatakan cinta kasih kepada manusia ini harus didasari rasa tulus tanpa memandang latar belakang agama, suku/ras. Begitu juga dengan cinta kasih kepada lingkungan hidup. “Untuk itu ciptakan suasana kehidupan yang harmonis kepada saudara-saudara dan tetangga-tetangga kita agar tercipta susana yang rukun dan damai,”katanya.
Cinta kasih menurutnya tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ungkapan saja. Tetapi juga dalam perbuatan kita, yaitu saling memberi pertolongan kepada orang lain, membantu sudara-sudara kita yang susah serta menghindari sifat kekerasan dan selalu menonjolkan kekuasaan. Dijelaskannya, seperti pada momen 11 Feberuari lalu, merupakan hari persaudaraan / sosial. Dimana pada hari ini bagi mereka yang berkelebihan (berkecukupan) untuk bisa menyisahakan sebagian harta mereka untuk diberikan kepada yang lebih memerlukan.
Dimana menjelang satu hari tahun baru Imlek, pada Sabtu (16/02) bertempat di bio-bio (klenteng) dan rumah-rumah, Umat Khonghucu melaksanakan sembahyang kehadirat Tuhan Yang Maha Esa (YME). Dan juga melaksanakan sembahyang leluhur.
Untuk sembahyang leluhur dilaksanakan pada siang hari dan dilakukan di rumah masing-masing, tetapi ada juga yang di rumah abu. Adapun makna sembahyang ini adalah sebagai kelanjutan laku bakti dari anak-anak dan cucu-cucu keturunanya kepada orang tua mereka yang telah tiada. 
“Sebab budi orang tua tidak mampu dibalas selama beliau-beliau masih hidup. Maka dilanjutkan dengan upacara sembahyang leluhur pada saat-saat hari raya atau pada hari-hari peringatan,”ujarnya.
Selanjutnya pada malam hari saat-saat menjelang hari tahun baru ada sembahyang kehadirat Tuhan Yang Maha Esa (YME), untuk mengucap syukur atas rahmat perlindunganNya sepanjang tahun. Dan juga bermohon rahmat dan perlindunganNya sepanjang tahun yad yang tinggal beberapa saat akan kita masuki.
Dimana permohonan tersebut untuk pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. “Dan Secara umum sembahyang malam tersebut dilaksanakan di bio-bio (klenteng-klenteng) dan lithang serta secara pribadi dpat dilaksanakan di rumah masing-masing,”ucapnya
Disisi lain Ketua Sangha Walubi Indonesia Timur Bhiksu Dharma Surya Mahastavira MSi melalui momen ini mengatakan, bahwa Imlek dirayakan oleh seluruh umat Budha, khususnya keturunan china. “Sebab untuk tahun baru Budhis nanti akan jatuh pada 10 Juni 2007 mendatang. Jadi dengan begitu, tahun baru ini khusus dirayakan bagi mereka yang keterununan Cina, karena tahun baru Imlek sesungguhnya adalah tradisi. Bukan keagamaan yang sudah berkembang sejak 4000 tahun silam,”jelasnya. 
Dijelaskannya, dimana bertepatan tahun baru Imlek, perhitungan bulan chandra sangkala adalah tepat tanggal 01 di bulan Imlek atau hari pertama di bulan Imlek bertepatan dengan hari kelahiran maitrea, bukan budha omi tu hud.Itu sebabnya umat budha di Indonesia merayakan tahun baru Imlek sebagai satu tradisi yang boleh juga dirayakan oleh umat Kristen keturunan china atau umat Katolik atau Muslim keturunan Cina yang mau merayakan Tahun Baru Imlek. Artinya, janganlah agama-agama ini mencampur adukkan perayaan keagamaan, yang mengakibatkan kebingungan bagi umat beragama .
“Karena kenyataannya Imlek itu telah dibingkai oleh agama tertentu,”ucapnya. Begitu juga perayaan hari ulang tahun atau hari kelahiran Meitrea / Mai Thea. Dimana perayaan ini tidak mencontoh dari agama lain. Melainkan di dalam agama Budha sang Budha telah bersabdah bahwa setelah 5000 tahun parinibana sang Budha, maka akan muncul Budha baru. Itulah dia maitrea atau mai thea disaat dunia telah penuh dengan kekacauan.
“jadi umat Budha mensyukuri dan berterima kasih jika ada ketambahan agama di Indonesia. Terserah agama apa saja. Tetapi yang menjadi pertanyaan kami kalau seandainya di negara kelahiran agama itu belum diakui sebagai satu agama dengan upacara-upacara seremonial hanya berbentuk satu tradisi, bagaimana kita mengakui agama itu satu agama yang mungkin hanya di Indonesia,” katanya. Namun ini berkat kepemimpinan pemimpin di negara kita Susilo Bambang Yudoyono, yang ingin melihat kerukunan antar umat beragama mengaku sebagai satu agama.
Adapun rangkaian Kegiatan Sebelum dan Sesudah Tahun Baru Imlek. Diantaranya, 
11 Februari atau 24 bulan 12 Imlek merupakan hari persaudaraan / sosial. Dimana bagi mereka yang berkelebihan (mampu) untuk menyisahakan sebagian harta mereka untuk diberikan kepada yang lebih membutuhkan. Ada juga yang lewat majelis dan pengurus bio-bio. Dan juga Menghormati Malaikat Coo Kun Kong karena malaikat dapur akan kembali melapor. Sembahyang ini biasanya dilaksanakan di dapur masing-masing. Tapi ada juga yang di bio-bio. Selanjutnya 17 Februari atau tanggal 29 (30) sehari sebelum tahun Baru Imlek. Pada pagi hari dilaksanakan sembahyang mengingat kepada yang sudah tiada dan biasanya dilaksanakan di bio-bio dan di rumah-rumah.Malam hari sebelum Pukul 11.00 WITA sembahyang pribadi sebagai ungkapan rasa terima kasih dari Tahun Baru Imlek. Dimana akhir ungkapan syukur baru muncul angpao
19 Februari atau 2 Imlek sembahyang Thau Ge yaitu sembahyang permulaan untuk memohon sesuatu yang sifatnya tidak berlebihan. Kemudian 21Februari atau 4 Imlek menyambut Coo Kun Kong (malaikat dapur) dengan melakukan sembahyang pribadi dan keluarga dan biasanya dilakukan di bio-bio dan dapur.
25 menjelang 26 Februari atau 8 menjelang 9 Imlek sembahyang King Thi Kong yaitu sembahyang besar kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa dengan memakai altar tinggi. Inti sembahyang ini memohon kekuatan iman agar manusia imannya tetap dikuatkan.
2 Maret atau 13 Imlek memperingati salah satu panglima perang Kwan Kong yang dihormati penganut Agama Khonghucu dan sebagai dewa orang yang disucikan.4 Maret atau 15 Imlek Cap Go Meh (Gwan Siau) yang sebenarnya dinamakan Hari Raya Siang Gwan bulan 5 tanggal 15. Didalam Agama Khonghucu ada upacara penghormatan yang disebut Thian (Tuhan) Tee (Bumi) Jin (Manusia). Untuk sembahyang manusia dinamakan Tiong Gwan bulan 7 tanggal 15 Imlek. Sedangkan sembahyang bumi (He Gwan) bulan 10 tanggal 15 Imlek. Sembahyang ini dilaksanakan usai panen sebagai bentuk mensyukuri segala panen.(aan)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin