|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Guru bantu dan kontrak segera di-CPNS-kan
Tunjangan Guru Resmi Dinaikkan
|
Ini berita baik bagi para Oemar Bakrie di Indonesia. Pasalnya, dalam APBN 2007 ini, pemerintah secara res-mi menaikkan tunjangan guru. Bagi guru berstatus PNS dinaikkan Rp 100 ribu, sedangkan non-PNS dari tunjangan Rp 115.000 naik menjadi Rp 200.000. Hal ini disampaikan Mendiknas Bambang Sudibyo bersama Menag, Maftuh Basyuni di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Senin (19/02).
“Guru PNS mendapatkan kenaikan tunjangan fungsio-nal sebesar Rp 100.000 per orang. Kenaikan akan diba-yarkan melalui Dana Alokasi Umum (DAU),” ujar Bambang dalam raker dengan Komisi VIII DPR RI.
Dengan kenaikan itu, mulai Januari 2007, guru PNS golongan II yang berjumlah 169.000 mendapat tunjangan fungsional sebesar Rp 286.000 per bulan per orang. Golongan III mendapat Rp 327.000 per bulan per orang. Golongan IV menjadi Rp 389.000 per orang per bulan.
“Namun dalam APBN 2007, alokasi tersedia baru Rp 223.200 untuk golongan II, Rp 272.400 untuk golongan III dan Rp 346.800 untuk go-longan IV. Namun kami sudah mengusulkan kenaikan pada Komisi VIII, Menkeu dan Menneg PPN/Kepala Bappe-nas,” ujar Bambang. Dengan kenaikan tunjangan guru tersebut, anggaran pendidik-an 2007 meningkat. Dari Rp 40.255.857.973 pada 2006 menjadi Rp 44.058.392.664 untuk 2007.
Di sisi lain, Menag menam-bahkan,”Untuk tahun ang-garan 2007, sebanyak 556.418 guru madrasah non-PNS mendapat tunjangan fungsio-nal sebesar Rp 200.000 per orang,” ungkapnya. Pada ba-gian lain, pemerintah dan DPR juga sepakat untuk mengang-kat seluruh guru bantu dan guru kontrak menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun formasi 2007. “Semua akan selesai diangkat secara bertahap,” ujar Menpan Tau-fiq Effendi.
Sedangkan Komisi X DPR RI dan pemerintah memutuskan untuk mengangkat guru ban-tu di Depdiknas dan guru kontrak di Depag menjadi CPNS secara tuntas. Program yang akan dilakukan dalam tahun formasi 2007 ini tidak berlaku untuk guru berusia di atas 46 tahun. “Sekarang un-tuk rekrutmen ke depannya, lebih ke tenaga-tenaga profe-sional,” imbuh Taufiq.
Dijelaskan dia, 900.000 gu-ru bantu diangkat secara ber-tahap. Detilnya adalah 300 ri-bu guru pada 2005, 325 ribu guru bantu pada 2006, dan 275 ribu guru pada 2007. Se-dangkan 160 ribu guru sisa peng-angkatan 2005 diangkat pada 2006 dan 2007. “Untuk yang sisa 2005, 80 ribu guru diang-kat 2006, dan 80 ribu lagi pada 2007,” tambah Taufiq.(dtc/zal)
|
|