CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Minahasa Induk -Minut  

20 February 2007

Jika dinilai langgar kesepakatan 
Dishut Bakal Polisikan Kelompok Tani GNRHL Batu 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Ikut Adipura, Pemkab Siap Benahi Infrastruktur
Warga Minut Banyak Mengkonsumsi Umbi, Harga Beras Stabil
Diknas Ingatkan Sekolah Tidak Memungut Biaya UAS dan Unas 
Dishub Ketambahan Dua Bus Angkutan Penumpang 
Stok beras di Minahasa (masih) aman 
Lengkey : Kenaikan Harga Karena Ulah Pedagang
Pemekaran Desa Segera Diajukan ke DPRD

Adanya laporan masyarakat bahwa proyek GNRHL di Desa Batu, Kecamatan Likupang, telah diterlantarkan oleh kelompok tani yang ada, menyusul habisnya dana pemeliharaan sebesar Rp 182 juta, ternyata disikapi serius oleh pihak Dinas Kehutanan (Dishut) dan Lingkungan Hidup Pemkab Minut.

Menurut Kepala Di-nas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pemkab Minut Ir Octa-vianus Lingkubi, me-nyikapi hal itu, pihak-nya telah mengirim dua pengawas untuk memantau langsung jalannya proses tanam, dan di-deadline harus selesai pada Februari ini. Dan jika diketahui melanggar kese-pakatan, lanjut Ling-kubi, hal ini akan dia-dukan ke aparat pe-negak hukum. 
“Untuk proyek Ge-rakan Nasional Reha-bilitasi Hutan dan La-han (GNRHL) di Batu ini, kita telah mela-kukan peringatan kepada kelompok tani yang ada. Jika sesuai dengan batasan waktu yang telah kita tetapkan tidak selesai, maka kelompok tani tersebut akan kita kenakan TGR (Tun-tutan Ganti Rugi, red). Bukan itu saja, bila perlu mereka akan kita polisikan,” tegas Lingkubi.
Saat ini, untuk lancarnya proses penanaman, pihaknya telah mensuplai bibit sesuai yang dibutuhkan. “Seperti kita ketahui bersama keterlam-batan penanaman ini lebih disebabkan oleh drop bibit oleh pemprop. Tapi bukan berarti bahwa hal ini menjadi alasan bagi kelompok tani untuk memanfaatkan dana yang seharusnya digunakan untuk pemeliharaan,” tukasnya kem-bali.(eda)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin