|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Pendidikan dan Budaya |
28 Februari 2007
|
|
Dua guru besar Unsrat dikukuhkan
Rektor: Kedepankan Integritas Ilmuwan
|
Universitas Sam Ratulangi Manado ketambahan dua guru besar, mereka adalah Prof Dr Ir Dicky I Th Wala-langi MS dan Prof Dr Ir Lucia Cecilia Mandey MS. Rektor Unsrat dalam sambutan, Selasa (27/02), meng-himbau agar para guru besar mengedepankan integri-tas sebagai seorang ilmuwan.
“Guru besar harus menge-depankan integritasnya sebagai ilmuwan. Di dalam integrity tersebut diharapkan mampu memelihara nilai-nilai dan moral intelektual sehingga mampu mengambil keputusan dalam suatu masalah yang bisa men-jawab kebutuhan teknologi sebagai landasan kemajuan masyarakat Sulut dan Indonesia seutuhnya,” Kata Rektor Unsrat, Prof DR LW Sondakh MEc.
Sondakh juga menekankan, agar para guru besar harus selalu bisa bersifat kritis terhadap sesuatu yang terjadi di masyarakat. “Ada dua hal yang perlu diingat, hilangkan apriori judgements dan selalu bersifat kritis, juga harus rajin menulis karya-karya ilmiah,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sulut, SH Sarundajang, sebagai Ketua Dewan Penyantun dalam sambutannya, menyambut baik dua guru besar ini untuk bisa berkiprah di Sulut sebagai tenaga ahli di bidangnya, mengingat orasi ilmiah Wala-langi yang berjudul ‘Pemu-pukan Nitrogen dan Ketahanan Jagung Terhadap Kekeringan’ dan Mandey; ‘Biokonversi: Teknologi Pemanfaatan Limbah Industri Pertanian’ korelasinya sangat kuat dengan program prioritas Pemprop Sulut. “Dalam sambutan ini saya juga ingin menyam-paikan, bahwa Prof Dr Ir Dicky I Th Walalangi MS resmi saya angkat sebagai tenaga ahli di Pemerintahan Propinsi Sulut,” ujar Sarundajang. Diketahui sebelumnya, Lucia Cecilia Man-dey sudah menjadi staf tenaga ahli jauh sebelum diangkat menjadi guru besar Unsrat.
Sebagai penutup acara, Pdt Jemy R Matheos membaca salah satu ayat di Roma Pasal 11 untuk diingat-ingat dan dija-dikan pedoman hidup bagi ilmu-wan yang baru dilantik.(bov)
|
|