HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Pendidikan dan Budaya

01 Mei 2007

Lintas Berita Pendidikan

 
Field Course in Conservation Biology
Manado – Fakultas Peternakan Unsrat yang bekerjasama dengan PSSP Institut Pertanian Bogor dan WaNPR University of Washington mengadakan Field Course in Conservation Biology (Pelatihan di Bidang Biologi Konservasi) di Cagar Alam Tangkoko Duasudara Bitung 28 April hingga 11 Mei.
Pembantu Dekan Peternakan I, Dr Ir Hengky Kiroh MS mewakili Dekan Prof Ir D Mokoagouw MS kepada Komentar, Senin (30/04) kemarin mengatakan kegiatan ini dirangkaikan dengan kuliah Biologi Konservasi, Manajemen Konservasi, Ekologi dan Biologi Reproduksi, Analisis Vegetasi, perilaku hewan dan metode pengambilan data di lapangan, “Termasuk juga latihan pengumpulan data prilaku, line transect dan plot sampling. Dilatih juga penelitian individu dan dilakukan ujian. Tujuannya agar pengetahuan dasar mengenai konsep-konsep konservasi biodiversitas serta keterampilan tentang metode dan teknik yang diterapkan dalam penelitian di lapangan,” jelas Kiroh.
Panitia pelatihan ini dari program minat konservasi satwa langka dan endemik jurusan ilmu produksi ternak Fapet Unsrat lewat ketuanya Ir Jane Onibala MSc menyiapkan pembicara dan pengajar antara lain Prof Dr Randall Kyes dari University of Washington USA, Dr Ir Entang Iskandar MS dari IPB Bogor, Dr Hengky Kiroh MS dan Ir Jane Onibala MSc dari Unsrat didampingi staf dari KSDA Sulut juga Darren Collins DVM dari Woodland Park Zoo USA.(bov)

Fatal!
Lembar Jawaban (LJ) Unas di atas adalah salah satu kesalahan fatal yang dilakukan oleh salah satu siswa SMP di Sulut. Pasalnya yang bersangkutan melingkari semua opsi multiple choice mulai dari jawaban A hingga D. Apakah ini ketidaktahuan siswa ataukah disengaja, hal ini masih menjadi tanda tanya bagi Diknas Sulut.
Tetapi yang perlu diperhatikan peran guru pengawas Unas sangat penting agar peserta Unas terhindar dari kesalahan fatal seperti ini.
Semestinya sebelum menandatangani berita acara penyerahan naskah LJ Unas, guru pengawas harus memeriksa kembali apakah siswa sudah menjawab sesuai ketentuan dan petunjuk yang ditetapkan.(bov/irv)

dedikasi spesial hardiknas
Dua Kadis Diknas Perbatasan HUT di Hardiknas 
“Komitmen Majukan Pendidikan Perbatasan”
MENAKJUBKAN! Tepat peringatan Hardiknas 2 Mei 2007 ini ternyata dua Kepala Dinas Pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia masing-masing Kadis Diknas Talaud Alden Laloma MAP dan Kadis Diknas Sangihe Drs Maurits Berhandus SH berhari ulang tahun. Ditemui Komentar secara terpisah dua kadis ini menyatakan komitmen mereka memajukan pendidikan daerah perbatasan.

Alden Laloma MAP
Pria kelahiran Talaud 2 Mei 1962 silam tak menyangka kalau dirinya bakal menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Talaud. Pria yang selalu tampil low profile ini mengaku sangat terbeban dengan kemajuan pendidikan di Talaud. “Talaud layaknya balita yang sementara belajar berlari mengejar ketertinggalan dengan wilayah lainnya. Tak dapat dipungkiri, ini juga terjadi di bidang pendidikan. Tetapi sebagaimana analogi, layaknya balita banyak ingin mencari tahu, tak heran antusias anak didik, guru dan masyarakat bahkan pemerintah sangat tinggi untuk memajukan dunia pendidikan,” tukas Laloma.
Suami tercinta Chenly Mamesah mengatakan apapun yang terjadi kemajuan pendi-dikan Talaud adalah yang terutama. “Tekad dan ko-mitmen saya bersama jajaran adalah mema-jukan dunia pendi-dikan Talaud agar bisa bersaing dengan daerah-daerah lain di Sulut. Kami menarget-kan dua tiga tahun ke depan hal ini bisa ter-wujud,” pungkas ayah tercinta Shinly dan Vinita Laloma ini.(irvan)

Drs Maurits Berhandus SH
SIAPA yang tak kenal Drs Maurits Berhandus SH. Penga-lamannya di dunia birokrasi dan organisasi sosial kemasyarakatan setidaknya membuat pria kelahiran Pananaru 2 Mei 1958 silam cukup dikenal di mata masyarakat Sulut dan SaTal. 
Suami tercinta Dra Ananda Lombongadil ini mengaku sangat terbeban dengan pendidikan di wilayah perbatasan khususnya Kabupaten Sangihe.
“Sudah menjadi komitmen awal sebagai PNS. Di mana saya bekerja disitulah seluruh jiwa raga ini di-pertaruhkan untuk menjalankan amanat Tuhan lewat pemerintah. Bukan kebetulan saya lahir tanggal 2 Mei tapi dunia pendidikan sudah me-rupakan bagian hidup saya,” kata ayah tercinta Cetrien, Christian dan Lusye Berhandus ini.
menurutnya, banyak tan-tangan dunia pendidikan di wilayah perbatasan. “Ha-nya saja jika semua di-jalankan dengan penuh rasa tanggung jawab saya yakin kita mampu merubah wilayah per-batasan ini menjadi pintu gerbang dunia pen-didikan Sulut,” pung-kasnya.(irvan)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin