HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

19 September 2007

Pilot Arief Dinilai Abaikan Bahaya Angin


Pihak pejabat di Thailand memberikan penilaian tersen-diri dalam kecelakaan pesawat MD82 One-Two-Go. Sang pilot (Arief Mulyadi asal Indonesia) dinilai telah mengabaikan peringatan bahaya angin. Aki-batnya terjadi kecelakaan yang menewaskan 89 penumpang-nya.
Pernyataan ini disampaikan pejabat setempat seperti dikutip AFP Selasa (18/09). Petugas Air Traffic Controller (ATC) sudah memperingatkan ada wind shear atau perubahan arah angin mendadak saat pe-sawat ini hendak mendarat, hingga akhirnya kecelakaan ti-dak terhindarkan.
“Ada peringatan wind shear dari pilot yang mendarat 4 me-nit sebelumnya,” ujar Wakil Presiden Radio Aeronautical Thailand, Kumtorn Sirikorn. Menurut Sirikorn, ATC berta-nya apakah Arief mengetahui angin ini. Arief menjawab di-rinya tahu. ATC kemudian memberi opsi apakah Arief ingin membatalkan penda-ratan.
“Tapi pilot bersikeras untuk mendarat,” kata Sirikorn.
Meski demikian, putra Arief kepada sejumlah media di Indonesia mengatakan, dirinya diberi tahu sejumlah pejabat di Phuket, ayahnya hendak ber-putar balik ke Bangkok. Na-mun, dia diminta mendarat.
Wind shear merupakan peru-bahan tiba-tiba dari tiupan angin yang bisa mendorong pe-sawat keluar landasan. Namun angin ini bisa hilang tiba-tiba sehingga pilot akan kesulitan mengendalikan pesawat. Pre-siden maskapai One Two Go, Udom Tantiprasongchai me-ngatakan, maskapainya ber-tanggung jawab. Namun dia membela pilotnya.
“Terlalu dini untuk melompat pada kesimpulan, ini tidak adil untuk pegawai kami. Mohon menunggu sampai investigasi selesai,” ujarnya kepada war-tawan. 
Wakil Menteri Tranportasi Thailand, Sansern Wongchaum mengatakan, black box telah dikirim ke AS dan hasilnya akan diketahui dalam 2 ming-gu. Sementara keluarga korban terus berusaha mencari keluar-ganya. 36 Warga asing yang menjadi korban belum dapat diidentifikasi.(dtc/*

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin