HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Otonomi dan Suksesi

28 September 2007

Cawapres Pendamping Mega Ditentukan Februari 2008


Calon wakil Presiden (Cawa-pres) pendamping Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno-putri sebagai calon presiden (Capres) akan ditentukan pada sekitar Februari 2008 dan tokoh yang akan mendampingi Mega-wati diserahkan sepenuhnya kepada kader-kader PDIP.
Demikian diungkapkan Sekjen DPP PDIP Pramono Anung di sela-sela berbuka bersama di Pe-jompongan Jakarta Pusat, Rabu malam. Selain Pramono, hadir pula Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP Taufiq Kie-mas, Ketua DPP PDIP Daryatmo, Ketua Fraksi PDIP DPR RI Tjahjo Kumolo dan Ketua DPP PDIP Panda Nababan.
Pramono menjelaskan, penen-tuan Cawapres dari PDIP bukan ditentukan oleh Megawati, tetapi diserahkan kepada kader-kader PDIP di seluruh Indonesia. Meka-nisme penjaringan aspirasi dila-kukan melalui cabang-cabang PDIP di daerah. “Ibu Mega tidak ingin memilih secara langsung orang yang akan menjadi cawa-pres. Ibu Mega telah meminta kader PDIP untuk didengar aspirasinya,” katanya.
Pramono mengharapkan, pada Februari 2008 nama-nama sudah masuk ke DPP PDIP. Na-ma-nama yang masuk akan di-umumkan ke publik. Ia menje-laskan pula bahwa nama-nama yang akan menjadi cawapres bisa datang dari partai politik dan juga terbuka peluang dari kalangan Ormas. “Yang pasti bukan dari PDIP,” katanya.
PDIP akan membuka seluas-luasnya bagi tokoh-tokoh nasio-nal yang dinilai memiliki kom-petensi, kapabilitas dan aksep-tabilitas untuk mendampingi Mega pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009. “Cabang-cabang PDIP akan menyampaikan na-ma-nama yang dinilai cocok un-tuk mendampingi Ibu Mega,” kata Pramono yang menambah-kan, sudah ada tokoh yang “me-rapat” ke PDIP. Bahkan ada yang tidak diundang tetapi justru da-tang ke PDIP untuk melakukan penjajakan.
Bersamaan dengan penentuan Cawapres PDIP, katanya, pihak-nya akan mengumumkan kabi-net bayangan berikut nama-na-ma calon menterinya. Untuk sa-tu departemen, bisa saja akan di-umumkan beberapa nama se-bagai calon menteri.
Untuk bisa meloloskan Mega-wati menjadi Presiden menda-tang, katanya, pihaknya sudah melakukan evaluasi atas kegaga-lan Mega dalam Pemilihan Presi-den tahun 2004. Salah satu eva-luasinya adalah faktor kedekatan Mega dengan rakyat ketika men-jadi Presiden yang terhalang biro-krasi. Selain itu, ada saluran informasi dan komunikasi yang macet di birokrasi sehingga hasil-hasil pembangunan tidak ter-publikasi. Konsolidasi di internal PDIP sudah dilakukan. Begitu juga sambutan kader PDIP atas keputusan pencalonan kembali Megawati luar biasa, di luar dugaan pengurus DPP PDIP.
Menurut Pramono, dukungan dan sambutan kader PDIP di se-luruh Indonesia atas pencalonan Megawati menunjukkan bahwa kader-kader memang berharap Mega dicalonkan kembali. “Kare-na itu, bodoh kalau PDIP tak men-calonkan Ibu Megawati,” katanya.
Ia mengemukakan, pencalonan kembali Megawati sebagai capres yang disambut antusias kader PDIP menunjukkan bahwa ke-putusan Rakernas PDIP itu bu-kan keinginan Mega dan Taufiq Kiemas. Megawati tak ingin pen-calonannya hanya diputuskan oleh pengurus PDIP, tetapi oleh rakyat.(*/klc)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin