|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
01 April 2008
|
|
Jika Memang Bermasalah, Sebaiknya Tidak ditayangkan
|
Menanggapi film Fitna yang sampai saat ini masih kontroversial, Tokoh Agama Islam yang juga Sekretaris NU Sulut, Ulyas Taha dan Pastor Fred Tawaluyan tidak banyak berkomentar. Karena, keduanya mengaku belum pernah menonton langsung film ini.
“Secara jujur saya katakan bahwa saya belum pernah melihat film tersebut. kiranya menjadi tertarik untuk melihat langsung film tersebut supaya menanggapi secara fair. Tapi sekalipun demikian, saya percaya bahwa langkah dan apa yang sidah disikapi oleh tokoh umat beragama perlu didukung,”ujar Tawaluyan.
Alasan saya bahwa para tokoh tersebut sudah memikirkan dengan bijaksana dampak/ effek/konsekwensi dari film tersebut bagi keutuhan, kesatuan bangsa kita. Film yang disinyalir merusak citra / gambaran tentang agama Islam dan Alqur’an itu sebaiknya jangan ditayangkan. Bahkan karangan atau apapun yang bisa merusak kesatuan dan kerukunan hidup umat beragama di daerah (negara) kita tak perlu diekspos secara besar-besaran / berlebih-lebihan.
Harus diakui bahwa media masa sangat berperan untuk menginformasikan hal ini. jadi demi kepentingan bersama maka bahasa media sangat menentukan, untuk itu keberadaan film ini tidak perlu terlalu digembar-gemborkan oleh media masa agar tidak merangsang orang-orang untuk menontonya.
Dilain pihak kita semua harus berusaha untuk secara lebih dewasa menerima kenyataan bahwa ada orang yang tidak faham tentang ajaran agama kita dan menciptakan karya-karya yang merusak citra agama. Kalau hal ini terjadi, sebaiknya kita dengan kita janganlah saling menuding dan empersalahkan sehingga menimbulkan kerugian.
Janganlah kita mudah diadu dombakan. Seperti yang sering terjadi selama ini.
“Karenanya, sikap yang dirintis oleh para tokoh kita itu mudah-mudahan mewakili sikap dan kemauan baik dari masyarakat bangsa kita yang cinta damai. Sekalipun belum melihatya, tak perlu berambisi untuk melihatny,”ucapnya.(aan).
|
|