CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 
 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

Berita Tribun Olahraga  

01 April 2008

Minimnya Dana PON Sulut
Imba: KONI Tidak Dilibatkan dalam Penyusunan Anggaran

 

 IKUTI BERITA LAIN

Selangkah Lagi, Pengprop Percasi Sulut Dilantik
Stamina, Motivasi dan Faktor Gugup 
Hambat Prestasi Atlit Sulut
Setyana Mapasa Jadi Maskot Sirnas Batam
Laporan: Alexander Daud, Batam
Tak Capai Limit Waktu, Riantri Gagal ke Kejurnas

Gonjang-ganjing minimnya dana PON yang dianggarkan Pemprop Sulut yang hanya Rp 7,5 miliar akhirnya terjawab. Ketua Harian KONI Sulut, Jimmy Rimba Rogi mengungkapkan bahwa pihaknya sama sekali tidak dilibatkan dalam penyusunan anggaran tersebut. Hal itu dikatakan Imba kepada para wartawan Sabtu (30/03) lalu.
“Saya (baca: KONI Sulut, red) tidak pernah diajak untuk membahas dana PON. Padahal menurut perhitungan kami, dana yang dibutuhkan untuk PON kali ini sekitar Rp 26 miliar,” tukas Imba tegas.
Jadi kalau saat ini ia terlihat seperti tidak mau tahu terkait persiapan PON kali ini, jangan salahkan dirinya. Sebab sedari awal ia merasa tidak dilibatkan. Ditambahkannya, seharusnya yang mengusulkan dana PON haruslah KONI Sulut.
“Baru-baru ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulut, Ir Haefrey Sendoh, datang menghadap saya untuk menanyakan masalah pelatda. Saat itu saya katakan bahwa yang seharusnya mengusulkan dana PON adalah KONI Sulut, dan bukannya Dispora. Sebab yang tahu persis keberadaan dan kondisi atlet adalah KONI,” tukasnya seraya menambahkan kabupaten/kota wajib untuk memberi bantuan untuk dana PON, sebab atlet-atlet tersebut berasal dari kab/kota tersebut. 
Imba kemudian memaparkan kebutuhan kontingen untuk ke PON, mulai dari perlengkapan atlet yang terdiri dari jas, pakaian olahraga, sepatu dll. Belum lagi biaya pelatda yang pastinya membutuhkan dana besar.
Selain itu, Imba juga mengisyaratkan bahwa hanya cabang olahraga yang berpeluang medali saja yang akan dikirim ke PON Kaltim, 7-18 Juli. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan apabila dana PON tetap tidak cukup untuk membiayai seluruh cabang yang lolos. “Cabang-cabang yang tidak berpeluang meraih medali, lebih baik tidak usah diberangkatkan. Apalagi kalau cabang tersebut atletnya banyak untuk satu nomor pertandingan,” ujar Imba.
Imba juga memprediksi medali emas yang bisa diraih Sulut pada PON mendatang. Menurut pria yang sudah kenyang pengalaman membina olahraga di daerah ini, Sulut kemungkinan bisa meraih sekitar 14 medali emas. Medali emas tersebut, di antaranya dari cabang Anggar, Pencak Silat, Tinju, Bridge, dan beberapa cabang olahraga lainnya.
Hingga saat ini, KONI Sulut belum menentukan kapan pelaksanaan pelatda. Bahkan cabang olahraga yang akan dikirim juga belum ditentukan. Hal ini membuat beberapa atlet dan pengurus cabang olahraga mulai pesimis mereka akan mampu meraih hasil maksimal di PON.(jou)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin