CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

   

 
Berita Ekonomi dan Bisnis  

03 April 2008

Sambut WOC dan MKPD, Infrastruktur 
Pariwisata Masih Memprihatinkan

 IKUTI BERITA LAIN

Kenaikan Harga Bahan Bangunan Pukul Sektor Properti

Migor dan Cakalang Penyumbang Inflasi Terbesar

Kunjungan Wisatawan di Sulut Meningkat

 
Hajatan World Ocean Conference (WOC) yang akan digelar Mey 2009 terus saja diekspos. Demikian pula dengan program Manado Kota Pariwisata Dunia (MKPD) 2010 terus bergaung. Persoalan sekarang ini infrastruktur pariwisata di Sulut, dan lebih khusus di Manado masih sangat memprihatinkan.

Pelaku seni budaya ‘Ondos’ Servinus Sahambangun kepada harian ini, Selasa (01/04) lalu di Jalan Roda Manado, mengungkapkan, kalau melihat kondisi pariwisata di Sulut saat ini, memang masih banyak yang perlu dikembangkan. Mengingat para turis menginginkan obyek-obyek wisata dan juga kebudayaan dan kesenian lokal yang menarik.
“Obyek-obyek wisata yang ada di Sulut sangat kurang. Yang menonjol cuma Bunaken. Begitu pula hasil-hasil kebudayaan dan kesenian, terkesan tidak ada kreativitas,” ujar Ondos yang juga dikenal sebagai salah seorang pelawak.
Ia mencontohkan, hasil-hasil kebudayaan dan kesenian yang ada di Sulut hanya itu-itu saja dan terkesan tidak ada kreativitas. Seperti tari-tarian, hanya maengket dan cakalele yang selalu ditonjolkan. Dan gerakannya pun begitu-begitu saja. Padahal tari-tarian perlu ada modifikasi dari koreografer. “Masalahnya para turis yang datang kalau disuguhi yang itu-itu saja, pasti mereka bosan. Jadi perlu ada pengembangan dunia pariwisata. Karena pariwisata bukan hanya perhotelan saja yang dibutuhkan,” tuturnya lagi.
Menyinggung soal dunia lawak, Ondos pun merasa kurang mendapat perhatian. Di daerah ini, tuturnya, belum ada sponsor yang mau mendanai seni peran. Begitu pula dengan pengusaha hiburan belum ada yang mau terjun untuk menjadi produser di bidang lawak. “Padahal kalau melihat perkembangan dunia lawak di ibukota Jakarta, para pelawak bisa hidup sejahtera karena profesinya mendapat penghargaan yang tinggi, khususnya di dunia pertelevisian dan perfilman,” ujar Ondos yang mirip dengan Wagub Freddy Sualang.(jef)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin