|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
03 April 2008
|
|
Sambut WOC dan MKPD, Infrastruktur
Pariwisata Masih Memprihatinkan
|
Hajatan World Ocean Conference (WOC) yang akan digelar Mey 2009 terus saja diekspos. Demikian pula dengan program Manado Kota Pariwisata Dunia (MKPD) 2010 terus bergaung. Persoalan sekarang ini infrastruktur pariwisata di Sulut, dan lebih khusus di Manado masih sangat memprihatinkan.
Pelaku seni budaya ‘Ondos’ Servinus Sahambangun kepada harian ini, Selasa (01/04) lalu di Jalan Roda Manado, mengungkapkan, kalau melihat kondisi pariwisata di Sulut saat ini, memang masih banyak yang perlu dikembangkan. Mengingat para turis menginginkan obyek-obyek wisata dan juga kebudayaan dan kesenian lokal yang menarik.
“Obyek-obyek wisata yang ada di Sulut sangat kurang. Yang menonjol cuma Bunaken. Begitu pula hasil-hasil kebudayaan dan kesenian, terkesan tidak ada kreativitas,” ujar Ondos yang juga dikenal sebagai salah seorang pelawak.
Ia mencontohkan, hasil-hasil kebudayaan dan kesenian yang ada di Sulut hanya itu-itu saja dan terkesan tidak ada kreativitas. Seperti tari-tarian, hanya maengket dan cakalele yang selalu ditonjolkan. Dan gerakannya pun begitu-begitu saja. Padahal tari-tarian perlu ada modifikasi dari koreografer. “Masalahnya para turis yang datang kalau disuguhi yang itu-itu saja, pasti mereka bosan. Jadi perlu ada pengembangan dunia pariwisata. Karena pariwisata bukan hanya perhotelan saja yang dibutuhkan,” tuturnya lagi.
Menyinggung soal dunia lawak, Ondos pun merasa kurang mendapat perhatian. Di daerah ini, tuturnya, belum ada sponsor yang mau mendanai seni peran. Begitu pula dengan pengusaha hiburan belum ada yang mau terjun untuk menjadi produser di bidang lawak. “Padahal kalau melihat perkembangan dunia lawak di ibukota Jakarta, para pelawak bisa hidup sejahtera karena profesinya mendapat penghargaan yang tinggi, khususnya di dunia pertelevisian dan perfilman,” ujar Ondos yang mirip dengan Wagub Freddy Sualang.(jef)
|
|