|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Minut |
03 April 2008
|
|
Pimdekab Didesak Tindak Lanjuti
Dugaan Potongan DAK 2007
|
Statemen ‘bola panas’ yang sempat dilontarkan Ketua Komisi A DPRD Minut, Drs Sius Papia terkait dugaan pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) Buku 2007 sebesar 30 persen, kemudian ‘dipetieskannya’ mengingat tak cukup bukti, justru me-nimbulkan tanda tanya besar. Belakangan Ketua Gebrak Minut, William Luntungan mendesak agar Trio Pimdekab Minut menindaklanjuti statemen Papia terkait dugaan tersebut.
“Benar tidaknya ada pemo-tongan yang terjadi di Diknas Minut pada proses DAK Buku 2007 silam, kami mendesak Trio Pimpinan DPRD Minut untuk menindaklanjutinya. Pernyataan Ketua Komisi A, Drs Sius Papia, meskipun itu per-nyataan pribadi, tapi sudah terekspos ke masyarakat dan menimbulkan ‘keresahan’. Apalagi yang menyampaikan-nya adalah anggota DPRD Minut sekaligus Ketua Komisi A DPRD Minut,” tegas Will sapaan akrabnya kepada se-jumlah wartawan, Rabu (02/04).
Justru katanya, dengan me-lempar statemen ‘bola panas’ apalagi oleh politisi kawakan sekelas Drs Sius Papia, tentu sudah dipikirkan matang-matang.
“Makanya, karena kami me-lihat ada gelagat mempeties-kannya masalah ini, kami mendesak Tro Pimdekab Mi-nut mengambl alih masalah tersebut, sekaligus memanggil hearing mantan Kadis Diknas Minut, Drs Antonius Lumi, Kadis Diknas Minut sekarang ini, Bendahara Diknas, Unit Pelaksana Teknis Dinas Dik-nas Minut wilayah Wori, Liku-pang Barat dan Likupang Timur, serta semua kepala sekolah penerima DAK ter-sebut juga distributor,” tegas Will, seraya menambahkan pemanggilan hearing ter-sebut, untuk meletakkan du-duk permasalahan pada posisi sebenarnya.
Sementara terkait statemen Papia sebagai Ketua Komisi A, ketika dimintai tanggapan kepada sejumlah anggota Ko-misi A, mereka tak mau me-ngomentarinya.
Di sisi lai, informasi yang di-rangkum Komentar menyebut-kan, sejumlah kepala sekolah di wilayah Likupang seperti-nya mendapat satu ‘tekanan’ oleh oknum tak bertanggung jawab. Di mana ‘tekanan’ ter-sebut dititikberatkan pada pe-mutasian posisi mereka ter-kait masalah DAK Buku 2007 silam.(irv)
|
|