|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
04 April 2008
|
|
Harga Bahan Pertanian
Naik Memiskinkan Petani
|
Naiknya harga produk ba-han pertanian yang kini men-capai seratus persen lebih, sangat memukul para petani. Akibatnya para petani terus terbawah arus proses pemis-kinan.
Drs Jan Rein Tumilaar MSi, tokoh masyarakat Minahasa asal Sonder, Kamis (03/04) kemarin mengungkapkan, para petani saat ini menge-luh dengan naiknya harga-harga produk bahan pertani-an, seperti obat-obatan ta-naman, pupuk, pestisida dan lainnya.
“Memang ini mungkin hu-kum ekonomi yang tak bisa ditolak, di mana ketika harga bahan dan barang lainnya naik, mengakibatkan bahan-bahan lainnya pun ikut naik. Dan hal ini sangat membe-ratkan petani yang hanya menggantungkan hidupnya pada hasil-hasil pertanian,” ujar Tumilaar yang juga Ke-tua Pria Kaum Bapa (P/KB) GMIM wilayah Sonder.
Menurut Tumilaar, para pe-tani seharusnya diberikan subsidi sehingga mereka ma-sih bisa terus melakukan usaha pertaniannya. “Yang kita khawatirkan kalau pe-tani juga sudah malas me-ngolah lahan pertanian aki-bat biaya pengolahan yang tinggi, akan mengakibatkan kelangkaan bahan pangan yang menjurus pada krisis pangan. Kalau kebutuhan sekunder kita masih bisa ta-han, tapi kalau sudah urus-an kebutuhan primer yang berhubungan dengan perut, orang bisa berbuat yang ti-dak-tidak,” tuturnya.
Oleh karena itu dalam pen-dekatan pelayanan, ia me-ngatakan, bila ekonomi kuat, iman juga bisa kuat. Tapi ka-lau ekonomi lemah, bukan tidak mungkin iman juga menjadi lemah. “Jadi hara-pan kami, kenaikan harga bahan pertanian ini dapat di-kendalikan,” tuturnya
la-gi.(jef
|
|