|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
05 April 2008
|
|
Dari tatap muka Kapolda Sulut dengan warga Minsel
Polisi Harus Terima Kritikan, Jangan Arogan
|
Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Bekto Soeprapto MSi mengatakan, aparat polisi dalam tugas-tugasnya harus berorientasi kemasyarakatan. Artinya, seorang polisi harus menjadi sahabat masyarakat sekaligus pemecah masalah. Sebab itu, seorang polisi harus terbiasa menerima kritikan warga dan jangan jadi arogan.
Pernyataan Bekto Soeprapto ini disam-paikannya di hada-pan ratusan warga Minsel dan Mitra ter-diri tokoh agama, to-koh masyarakat dan elemen masyarakat Minsel, terkait lanju-tan agenda kunju-ngan kerjanya ke ka-bupaten/kota se-Sulut, ber-tempat di gedung Waleta Kan-tor Bupati Minsel, Jumat (04/04) kemarin.
“Kalau ada polisi yang ditemui arogan dan suka membuat ma-salah, silakan lapor ke Kapol-sek, Kapolres atau saya sekali-pun. Itu sudah pasti akan dibe-rikan sanksi tegas,” beber Ka-polda Sulut Soeprapto yang saat itu turut didampingi Ketua Bhayangkari Sulut Ny Dr Dewi Julia Natareny Bekto Soeprapto serta sejumlah pamen senior Polda Sulut.
Masih di hadapan Bupati Minsel Drs Ramoy Luntungan yang juga turut didampingi first lady, Ny Hetty Luntungan Ma-wuntu SPd, Soeprapto menam-bahkan, untuk menerapkan dan menjalankan maksud di atas perlu didukung sembilan prinsip dasar etika kehidupan. Di dalamnya mengulas tentang moral pribadi seseorang yang patut dijadikan pega-ngan teguh dalam bersikap.
Di sisi lain, Soe-prapto juga menga-kui betapa beratnya memberantas pere-daran minuman ke-ras di Sulut selama ini. Namun dirinya tetap akan berupaya mencari cara penanganan yang akurat terkait salah satu pe-nyakit masyarakat tersebut. “Yang pasti selain memaksi-malkan tugas-tugas aparat ke-polisian, juga dibutuhkan pe-ran serta masyarakat dalam menyelesaikan segala bentuk penyakit masyarakat itu,” katanya.
Menarik di sela-sela pemapa-ran, Bekto Soeprapto sempat memaparkan hubungannya dengan Bupati Minsel Ramoy Luntungan yang sudah terjalin sejak lama semasa dirinya menjabat Direkrut Detasemen Anti Teror 88. “Saya dan Pak Luntungan sudah saling kenal akrab sejak lama. Saya sering terlibat SMS (Short Mesage Service) ria dengan Pak Luntu-ngan. Bahkan setiap bertugas ke daerah Nyiur Melambai saya sering dipinjamkan mobil oleh Bupati Luntungan. Dan ini ti-dak diketahui Mapolda Sulut ketika itu. Karena itu saya sangat mengenal akrab Pak Luntungan,” ungkapnya.
Sebelum tatap muka dengan warga Minsel, Kapolda me-nyampatkan diri hadir di Polres Minsel bersama rombongan Polda Sulut. Soeprapto disam-but Kapolres Minsel AKBP Drs John Rori dan Wakapolres Kompol Yandry Makaminang. Sebelum kembali ke Manado, Bekto Soeprapto dan rombo-ngan sempat mengunjungi salah satu tempat makan kue tradisional Kota Amurang yakni biapong di pusat Kota Dodol Amurang.(pen)
|
|