|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Talaud,
Sitaro, Sagihe |
05 April 2008
|
|
Awasi, Pengrusakan
Hutan Mangrove di Sangihe
|
Tingginya aksi pengrusakan lingkungan di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang hingga saat ini tidak bisa terdeteksi, mengundang keprihatian bagi sejumlah kalangan pencinta alam di daerah ini.
Pengurus Lempalhi Sangihe, Cronwel Sandala misalnya, meminta semua elemen ma-syarakat yang ada di Sangihe agar mengawasi hutan Mang-rove. Alasannya, pengrusakan kawasan hutan Mangrove, ke-banyakan pohon-pohon ba-kau ditebang untuk dipergu-nakan sebagai kayu bakar dan keperluan lainnya.
“Saya mengimbau kepada semua masyarakat agar ja-ngan melakukan penebangan pohon bakau, sebab ini bisa mengancam pengrusakan lingkungan yang berimbas pada ekositem perkembang-biakan ikan yang menjadi-kan areal hutan Mangrove se-bagai tempat bertelur berba-gai jenis ikan yang mempu-nyai nilai ekonomis tergang-gu,” pintanya.
Kasubdin Program Dinas Perikanan, Ir Feliks Ga-ghaube, MSi mengatakan dari hasil penelitian yang pernah dilakukannya, kawasan hu-tan Mangrove banyak dihuni ikan-ikan yang mempunyai nilai ekonomis sangat tinggi.
Di mana pada bulan-bulan tertentu ikan-ikan ini berte-duh di kawasan hutan Mang-rove untuk bertelur.
“Seperti halnya di hutan Mangrove yang terbentang dari Kampung Dagho, Keca-matan Tamako hingga ke La-pango, Kecamatan Manganitu Selatan, ada ratusan juta ikan dari berbagai jenis datang bertelur seperti ikan Kuwe dan ikan ini sendiri mempu-nyai nilai ekonomis yang sa-ngat tinggi untuk dijual,” pungkas birokrat yang di-sebut-sebut akan dipromo-sikan sebagai Kadis Perika-nan dan Keluatan Sangihe ini.(med)
|
|