|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Tomohon dan Sekitarnya |
05 April 2008
|
|
Mambu: sudah diproses
Oemar Bakri Mengaku Belum Menerima Tunjangan Mami dan Transport
|
Di tahun Shio Tikus ini, para guru di Kota Tomohon ternyata belum pernah ‘merasakan’ tunjangan di luar gaji seperti tunjangan makan minum (mami) dan transport. Padahal tunjangan ini telah dianggarkan di APBD Tomohon 2008.
Kepada koran ini, Jumat ke-marin, sejumlah ‘oemar bakri’ mengaku belum menerima tunjangan mami, dan trans-port terhitung dua bulan yakni Januari dan Februari dari Pe-merintah Kota Tomohon. “So dua bulan torang belum terima tu tunjangan makan minum, dan tunjangan transport,” tu-tur sejumlah guru sembari me-minta namanya dirahasikan.
Menurut para ‘oemar bakri’ itu, tunjangan mami dan trans-port sangat membantu kiner-janya sebagai guru. “Padahal tunjangan-tunjangan ini sa-ngat membantu kami dalam menghemat pengeluaran uang gaji yang kami terima setiap bulan. Kami hanya memperta-nyakan kapan pembayaran tunjangan-tunjangan ini, lain lagi kwa kalo nda dianggarkan di APBD,” ungkap mereka.
Dituturkan mereka, jumlah tunjangan makan dan minum yang harus dibayarkan Pem-kot yakni Rp 10 ribu per hari, sementara tunjangan trans-port sebesar Rp 4 ribu per hari. “Jadi secara keseluruhan yang harus kami terima, dan dihi-tung per hari berjumlah Rp 14 ribu. Kalkulasikan saja jum-lahnya selama hari kerja di dua bulan. Tapi kalo tunjangan mami dan transport bulan Ma-ret, berkasnya memang belum dimasukan bendahara kami ke Pemkot,” aku mereka.
Sementara, secara terpisah, Setdakot Tomohon, Drs Johny JP Mambu SH MSi ketika di-konfirmasi, membantah pem-kot belum merealisasikan tun-jangan mami dan transport bagi para guru. “Berkasnya su-dah selesai diproses, dan pembayarannya sudah kami lakukan. Coba cek saja di bendahara sekolah-sekolah,” aku pejabat murah senyum dan humoris ini.(jok)
|
|