|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Tribun Olahraga |
05 April 2008
|
|
Kabupaten/kota terkesan kurang peduli
Dana PON Sulit Capai Rp 26 M
|
Berdasarkan proposal yang diajukan KONI Sulut, dana yang dibutuhkan untuk membiayai kontingen Sulut ke PON adalah Rp 26 miliar. Sayangnya, jumlah tersebut dirasakan sangat sulit untuk diperoleh, karena hingga kini, pencarian sumber dananya belum jelas. Demikian dikatakan oleh Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Sulut, Prof Henky Rogi, pada Komentar, Jumat (04/04) kemarin.
Menurutnya, anggaran sebe-sar itu sudah mencakup per-alatan, persiapan, pelatda, ako-modasi dan anggaran selama mengikuti PON. “Anggaran itu didasari pada keseluruhan jumlah atlet yang lolos PON, walaupun kemungkinan besar dana itu sulit untuk dicapai,” aku Rogi menjelaskan.
Disinggung soal bantuan da-na PON dari kabupaten/kota lewat pertemuan antara peme-rintah propinsi dan pihak ka-bupaten/kota, ia mengatakan, bagaimana mau bicara soal da-na bantuan tersebut, sedang-kan kepastiannya saja belum jelas. Memang ia mengaku, da-pat informasi sudah ada bebe-rapa kabupaten/kota yang akan memberikan bantuan, ta-pi hingga sekarang belum satu pun dana tersebut itu ada. “Je-las dengan begini, kabupaten/kota kurang begitu peduli de-ngan PON ini. Di mana komit-men mereka? Berarti mereka tak mengindahkan surat dari gubernur tersebut. Kan yang menyurati itu pihak gu-bernur,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Luar Negeri KONI Sulut, Drs Ronny Gosal sempat memper-tanyakan masalah peralatan PON yang akan ditender. “Ka-lau semacam bangunan wajar saja hal itu ditender, tapi kalau peralatan olahraga bagaimana mungkin itu ditender,” tanya Gosal dengan nada heran. Me-nurutnya, hal itu juga menjadi kendala dalam persiapan tim PON Sulut. “Bagaimana mung-kin atlet melakukan persiapan kalau tanpa peralatan. Butuh berapa banyak perusahaan olahraga yang dilibatkan kalau memang harus melalui proses tender. Ini kan membingung-kan,” tukasnya.(sal)
|
|