|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
07 April 2008
|
|
Dedikasikan diri membangun pendidikan dan pariwisata Sulut
Kepedulian Korompis Perlu Disupport Pemerintah
|
PENGUSAHA nasional asal Manado, Ronald Korompis bersama istri tercintanya Mary Wewengkang meng-ungkapkan, keterpanggilan mereka membangun kebun raya, objek wisata dan seko-lah (SMA) bertaraf interna-sional, merupakan bentuk ke-terpanggilan untuk mendedi-kasikan sisa hidup mereka bagi Sulawesi Utara (Sulut).
‘’Untuk sisa hidupku, saya ingin memberikan multipplier effect untuk ekonomi Sulut. Guna menunjang ekonomi Sulut, menurut saya ada dua bidang yang perlu kita laku-kan. Yakni menciptakan pendidikan berkualitas dan pariwisata. Itu yang kini saya bangun,’’ ungkap Korompis ketika menjamu owner Ko-mentar Grup, Sofjan Massie bersama Ibu Ansye di coffee shop objek wisata Danau Li-nau, Lahendong, akhir pekan (04/04) lalu.
Massie sendiri memberi apresiasi yang tinggi atas dedikasi keluarga Korompis-Wewengkang. Apalagi setelah meninjau langsung obyek wisata Danau Linow dan Ja-lan Salib Suci Mahawu, serta SMA Lokon yang dibangun Korompis, menunjukkan bah-wa investasi non profit orient-ed tersebut tidak main-main. ‘’Ini luar biasa indahnya, pe-nataannya juga bagus,’’ ung-kap Pak Massie dan Ny Ansye berkali-kali.
Malah Steven yang turut mendampingi Massie, juga ikut berdecak kagum atas ke-indahan penataan obyek wi-sata Danau Linow. Pria yang pernah menimba ilmu di Amerika Serikat ini menga-takan, potensi Danau Linau benar-benar amazing dan tidak kalah kelasnya diban-ding objek wisata di daerah lain. ‘’Danau Toba saja, kalah dibanding Danau Linow ini,’’ aku Steven yakin, bahwa turis asing akan terpikat jika me-lihat langsung objek wisata tersebut. Bahkan Steven maupun Pak Massie dan ibu mengharapkan, apa yang di-dedikasikan Korompis ter-sebut, perlu di-support semua kalangan, termasuk pemerin-tah.
Diakui Korompis sendiri, support pemerintah dalam hal ini kepala daerah, memang belum sebagaimana diharap-kannya. Seperti halnya po-tensi wisata Gunung Maha-wu, yang diusulkannya bisa dibikin anak tangga atau ja-lan setapak sampai puncak-nya sejauh tiga kilometer. ‘’Jika sampai di puncak, kita bukan hanya melihat seluruh Tomohon, bahkan di seberang bisa melihat Kota Bitung. Ini akan sangat menarik minat turis asing. Tapi usul saya ini belum direspons kepala dae-rah (Tomohon),’’ akunya.
Begitu juga kata dia, soal ke-inginannya membangun Se-kolah Dasar (SD) yang ber-kualitas seperti SMA Lokon. Lagi-lagi belum direspons. ‘’Saya punya tanah dua se-tengah hektar di Manado, akan saya berikan untuk se-kolah itu, tapi belum dires-pons kepala daerah (guber-nur dan walikota Manado),’’ tandasnya. Tapi kurangnya support top eksekutif, tidak menyurutkan semangatnya. Dia tetap maju meskipun ti-dak diberi apresiasi. Meski harus terus memberi subsidi (30-40 persen) dalam mencip-takan lulusan berkualitas di SMA Lokon, Korompis berte-kad untuk tetap memberi diri bagi Sulut.
AYAM KAMPUNG
Menariknya, ketika berbin-cang-bincang dengan Sofjan Massie dan Ny Ansye, Ronald Korompis mengatakan, kema-panan secara ekonomi yang diraihnya saat ini, tidak lepas dari peranan istri tercintanya, Mary Wewengkang. Korompis malah menganalogikan, pada awal pernikahan, dia melihat istrinya hanyalah ‘ayam kam-pung’ biasa. Namun setelah anak-anak tumbuh besar dan bersekolah, dia melihat istri-nya ternyata ‘burung merak’. ‘’Dan kini, setelah apa yang saya capai, berikut anak-anak telah sukses dalam sekolah (luar negeri) dan karir mereka, baru saya tahu bahwa istri saya ternyata wonder woman (perempuan yang menakjub-kan),’’ kata Korompis dengan gaya berkelakar namun pem-bicaraannya berisi dengan filosofi bermakna. Bagi Ko-rompis sendiri, rahasia ter-besar dalam kehidupan, adalah apa yang kita dapat, bisa kita berikan kepada orang lain dengan tulus. ‘’Apa yang kita peroleh itu, seratus persen merupakan keputusan kita untuk memberikan bagi orang lain,’’ kata pria lima anak dengan sembilan cucu yang masih tetap enerjik ini.(rik/*)
|
|