|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
07 April 2008
|
|
Sejumlah Gadis Dibebaskan
dari Kamp Sekte Poligami
|
Polisi Amerika Serikat menye-lidiki kemungkinan pelecehan terhadap anak-anak di suatu pecahan gereja Mormon peng-anut poligami. Sebelumnya, polisi mengamankan 52 perem-puan berusia enam bulan hing-ga 17 tahun dari kamp rahasia sekte tersebut di Texas.
Petugas sosial mendapati 18 dari para perempuan itu sudah mengalami pelecehan atau da-lam risiko besar mengalami pelecehan. Demikian diungkap harian Houston Chroncle, akhir pekan (05/04) lalu.
Polisi sendiri melakukan penggerebekan Jumat lalu, setelah dipicu laporan tentang seorang pria berumur 50 ta-hun yang secara ilegal meni-kah dan melakukan hubu-ngan seks dengan gadis yang masih berusia 16 tahun hing-ga memiliki anak berusia delapan bulan. Demikian tulis koran setempat, San Angelo Standard-Times.
Kamp berupa peternakan (ranch) di Kota El Dorado, sekitar 4140 kilometer arah barat-daya dari Dallas, Texas itu, disebutkan mempunyai kaitan dengan Warren Jeffs, seorang penyebar ajaran poligami yang kini berada di balik jeruji.
Gereja yang dia pimpin, Fundamentalist Church of Latter Day Saints (FLDS) adalah pemilik peternakan tersebut. Jeffs, yang dianggap nabi sekte tersebut, ditangkap di sekitar Las Vegas pada ta-hun 2006 dan dijatuhi hu-kuman penjara seumur hidup karena membantu terjadinya pemerkosaan. Dia juga meng-hadapi tuduhan federal di Arizona dan Utah.
Polisi yang menjalankan surat perintah penangkapan terha-dap para tersangka dewasa, menyita semua catatan rincian pernikahan serta peralatan komputer dan peralatan re-kaman, fotografi, video dan DVD, tulis Standard-Times. Gereja utama Mormon “Church of Jesus Christ of Latterday Saints” meninggalkan poligami lebih dari satu abad lalu agar Utah bisa bergabung sebagai negara bagian AS.
Gereja tersebut saat ini me-ngucilkan anggota yang terli-bat praktik poligami dan membantah punya hubungan dengan gereja FLDS. Dalam persidangan tahun lalu di St. George, Utah dengan terdak-wa Warren Jeffs, seorang pe-rempuan dengan derai air mata menceritakan dia dipak-sa menikah saat umur 14 tahun dalam suatu upacara yang dipimpin Jeffs di sebuah motel di Nevada pada 2001.
Perempuan dengan nama samaran “Jane Doe IV” itu mengatakan, Jeffs melang-sungkan pernikahan tersebut meski Doe memprotes jodoh yang disodorkan.
Jaksa penuntut menga-takan bahwa Jeffs memerin-tahkan gadis itu untuk “ber-kembang biak dan meleng-kapi bumi dan membesarkan anak dalam kependetaan.”(klc)
|
|