|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
07 April 2008
|
|
Penyaluran beasiswa CWE 2007 dinilai mubazir
Inspektorat dan Polres Diminta Turun Tangan
|
Penyaluran dana beasiswa Cita Waya Esa (CWE) Pemkab Minsel Tahun Anggaran 2007 berbanderol Rp 1,5 Miliar yang saat ini masih dalam ta-hap penyaluran bagi pelajar SD, SMP, SMA/SMK, diploma, S1, S2, dan S3, dinilai sejum-lah kalangan hanya mubazir karena kegiatan belajar mengajar hampir selesai.
Seperti ditegaskan sejumlah orangtua murid yang enggan namanya dikorankan akhir pe-kan lalu, dengan molornya jad-wal penyaluran atau peneri-maan dana beasiswa CWE, jelas bertolak belakang dengan pemenuhan kebutuhan yang diinginkan para siswa atau orangtua sendiri.
Dijelaskan mereka, bagaima-na mungkin sistem pendidikan sudah memasuki semester akhir, beasiswa CWE baru di-salurkan. Ini namanya pro-gram pendidikan yang berjalan mundur. “Program Pemkab Minsel soal pemberian bantu-an beasiswa CWE sebenarnya sudah baik. Namun sayang, pro-gram tahun 2007 baru akan di-salurkan bulan keempat tahun 2008, ini jelas program bantuan pendidikan yang mundur dan mubazir,” ketus mereka.
Hal senada diungkapkan to-koh pemuda Minsel, Nicky Ege-ten dan David Masengi, bahwa program andalan guna mema-jukan dunia pendidikan di Kabupaten Minsel yang sudah digalakkan Bupati Minsel Drs Ramoy Luntungan dan Wakil Bupati Ventje Tuela SSos se-pertinya kurang dipahami dan ditunjang sejumlah jajaran yang ada dibawahnya.
Sehingga dengan adanya ke-terlambatan ini menandakan bahwa para pejabat yang diberi tanggung jawab gagal menerje-mahkan keinginan bupati dan wakil bupati secara baik. “Ok-num pejabat seperti itu patut diberi sanksi bahkan kalau perlu dicopot dari jabatannya. Ini jelas melecehkan kewiba-waan pemkab, dalam hal ini bupati dan wakil bupati,” beber Egeten.
Menindaklanjuti situasi ini, selaku warga masyarakat Min-sel yang ingin menegakkan ke-adilan, mereka meminta pihak Inspektorat Pemkab dan Polres Minsel segera turun tangan melakukan investigasi ke-mungkinan adanya penyimpa-ngan penyaluran beasiswa CWE ini. “Sebab bukan tidak mungkin dana ini bisa saja di-bungankan di bank demi keun-tungan oknum-oknum terten-tu. Jadi, sebaiknya dana bea-siswa CWE 2007, harus dipe-riksa Inspektorat dan Polres Minsel,” ,” tandasnya.
Sayangnya Kabag Sosial Pem-kab Minsel, Drs Ferry Leng-kong selaku koordinator pani-tia Beasiswa CWE ketika ingin dihubungi kemarin belum ber-hasil diperoleh penjelasannya. Meski ponselnya dalam keada-an aktif namun tak kunjung diangkat.(pen)
|
|