HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

08 April 2008

Bakar ban depan rudis gubernur
Massa pro WAHYU ‘Duduki’ Kantor Walikota Gorontalo


Massa pendukung pasangan calon top eksekutif Kota Gorontalo, AW Thalib dan Yani Suratinoyo (WAHYU) yang digugurkan KPU setempat, melancarkan aksi demo disertai tindakan anarkis, Senin (07/04) kemarin. 
Awal aksi massa yang berjumlah ratusan orang ini, yakni di Kantor Panwas Kota Gorontalo. Di Kantor Panwas, massa sempat melakukan tin-dakan anarkis. Sejumlah oknum melempar batu ke dalam kantor tersebut, yang mengakibatkan banyak kaca yang pecah. Selain itu, massa sempat mencabut papan nama Panwas Kota Gorontalo.
Setelah puas mengobok-obok Kantor Panwas, massa pro WAHYU ini bertolak ke Kantor Walikota Gorontalo sekitar pukul 11.25 WITA. Meski sempat dicegat, namun mereka berhasil 
menerobos pagar betis petu-gas keamanan yang awalnya tak memperbolehkan masuk. Massa akhirnya berhasil menduduki kantor walikota dan meminta Walikota Medi Botutihe, agar segera menye-lesaikan permasalahan pilka-da, terkait pembatalan pasa-ngan WAHYU oleh KPU Kota Gorontalo.
Ribuan pendukung WAHYU itu juga mendesak walikota agar segera menghentikan ta-hapan pilkada untuk semen-tara. Walikota yang menemui massa, mengatakan agar ma-salah pilkada di kubu WAHYU diselesaikan melalui proses hukum, karena masalah tersebut bukan wewenang pihaknya. 
Hal itu membuat massa emosi dan mengejek walikota sebagai penakut, karena tak kunjung mengambil tindakan tegas. Medi sempat terpancing emosi dan mengeluarkan pernyataan, “Kalau tidak mau dengar saya, mending bunuh saya saja.” Massa sendiri te-tap tidak puas dan melan-jutkan aksinya ke tempat lain.
Mereka kemudian memba-kar ban di depan rumah dinas Gubernur Fadel Muhammad. Malah massa sempat meng-hentikan sebuah pertemuan di Dinas Bappeda Propinsi di Gedung Pertemuan Bele Limbui, yang tak jauh dari rumah dinas gubernur. 
Usai melancarkan aksi di depan rudis gubernur, massa melanjutkan long march mereka mengelilingi Kota Gorontalo. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sejumlah pemilik toko lang-sung menutup toko.
Sementara aparat keaman-an dari Brimoda Gorontalo di-bantu jajaran polres, hanya bisa melakukan aksi peng-amanan sepanjang aksi WAHYU tersebut. Aksi massa ini sendiri setidaknya telah melumpuhkan pusat perbe-lanjaan di Kota Gorontalo sekitar enam jam lamanya. 
Sebelumnya, ada berita bahwa Kantor KPU Gorontalo, pada Senin (08/04) dini hari kemarin, sempat akan diba-kar oknum yang tidak ber-tanggung jawab. Menurut sumber kepolisian, api ber-asal dari bom molotov yang dilemparkan.(jis/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin