|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
08 April 2008
|
|
Bahan baku buah jarak, produksi PT Saketha Minahasa Selatan
Pabrik Biodiesel Pertama di Intim Dibangun di Amurang
|
Bila tidak ada aral melintang, pada Januari 2009 pabrik biodiesel (solar dari bahan nabati) yang menggunakan bahan baku buah jarak akan segera berproduksi. Pabrik yang kini tengah dibangun di Amurang Barat, Kabupaten Minahasa Selatan itu, direncanakan akan memproduksi 1,5 juta liter biodiesel per tahun.
Direktur Utama Saketha In-donesia Pratama, Hilton Si-nambela kepada harian ini, Senin (07/04) kemarin di Ma-nado, mengungkapkan, pa-brik ini merupakan yang per-tama di Indonesia Timur dan yang ketiga di Indonesia, sete-lah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Perusahaan yang akan menangani pabrik ini, jelas-nya, bernama PT Saketha Mi-nahasa Selatan, yang meru-pakan hasil kerja sama antara PT Saketha Indonesia Prata-ma dengan perusahaan dae-rah milik Pemerintah Kabupa-ten Minahasa Selatan. Pem-bagian sahamnya, 85 persen milik PT Saketha Indonesia Pratama, sedang 15 persen milik Pemerintah Minsel.
Hilton Sinambela mengata-kan, saat ini perusahaan yang dipimpinnya telah melakukan penanaman pohon jarak di Minahasa Selatan seluas 10 ribu hektar, ditambah dengan 600 hektar yang ada di Tom-batu, Minahasa Tenggara. Ja-di keseluruhannya berjumlah 1600 hektar. “Kami mengha-rapkan pada tahun-tahun be-rikut akan ada perluasan pe-nanaman, sehingga kapasi-tas produksi pabrik biodiesel ini juga bisa menjadi lebih besar lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, bila su-dah berproduksi hasil biodie-selnya untuk sementara akan diekspor ke Cina. Sedikitnya, sudah ada dua perusahaan yang telah menandatangani kontrak dengan PT Saketha Indonesia Pratama untuk menjadi pengimpor biodiesel tersebut. “Untuk pasaran lokal memang kami belum bisa penuhi, ditinjau dari soal harga jualnya. Karena harga jual biodiesel di pasaran du-nia memang lebih mahal di-banding dengan di dalam ne-geri. Tetapi tidak menutup ke-mungkinan pada waktu men-datang, pabrik kami juga bisa menjualnya di dalam negeri,’ kata Sinambela.
Menurut Sinambela, bibit ja-rak yang ditanam perusaha-annya merupakan produk lo-kal Minahasa. Hal ini disebab-kan karena bibit jarak asal Minahasa masih lebih baik dari yang didatangkan dari luar. Kalau yang didatangkan dari Jawa, bibit tersebut ber-asal dari India yang bijinya le-bih kecil dibanding bibit jarak yang dari Minahasa.
“Tanah Minahasa memang sangat diberkati, karena banyak sekali jenis tanamannya yang menghasilkan minyak. Seperti kelapa, cengkih, jagung dan juga jarak,” ujarnya lagi.(jef)
|
|