CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

 
Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

08 April 2008

Risk Management dan Industri Konstruksi(1)

 IKUTI BERITA LAIN

Pengelolaan Wilayah Pesisir dan “Tragedy of the Commons”(3)
Gereja dan Lingkungan
Gelar TFF, Salut buat Pemkot Tomohon

 
Perkembangan kemajuan ilmu dan teknologi semakin pesat dewasa ini. Hal ini ditandai dengan banyaknya produk serta adanya berbagai inovasi-inovasi baru yang muncul di berbagai bidang kehidupan manusia. Peralatan serta produk lainnya yang berteknologi canggih banyak bermunculan, di mana kesemuanya itu diharapkan untuk mempermudah manusia dalam melakukan sesuatu. Dampak dari perkembangan teknologi ini juga dirasakan pada bidang industri dan jasa konstruksi dunia. 

Oleh: Tampanatu P F Sompie
Industri konstruksi merupa-kan salah satu industri terbe-sar di dunia. Peralatan baru yang muncul yang disertai ha-dirnya berbagai software kom-puter yang canggih semakin mempermudah pekerjaan da-lam bidang konstruksi. 
Saat ini berbagai teknik baru muncul yang diharapkan da-pat mempercepat pekerjaan suatu proyek yang sedang di-lakukan, serta mempermudah dalam mengevaluasi suatu pe-kerjaan. Akan tetapi, dengan segala kemajuan yang ada saat ini, bukan berarti industri jasa kontruksi tidak akan di-perhadapkan pada suatu re-siko kegagalan. 
Industri konstruksi juga me-rupakan suatu bisnis yang sa-ngat kompetitif dengan tingka-tan yang tinggi kemungkinan-nya untuk bangkrut apabila tidak dikelola dengan baik. Pe-mahaman akan aspek-aspek teknis dari konstruksi sangat-lah diperlukan, di sisi lain ora-ng-orang yang bergerak di bi-dang industri dan jasa kons-truksi juga haruslah mempu-nyai pemahaman yang baik akan aspek-aspek profesi bis-nis dan manajemen. 
Industri konstruksi sering-kali dianggap sebagai suatu industri yang tingkat resiko-nya tinggi. Resiko yang diha-dapi pada suatu proyek kons-truksi sudah ada sejak awal proyek berjalan sampai proyek berakhir, bahkan tahapan awal sebelum dimulainya pro-yek sudah berhadapan de-ngan resiko. 
Semua perkiraan biaya pada desain dan tahapan penawa-ran hampir selalu harus diper-siapkan berdasarkan infor-masi yang tidak lengkap dan hasilnya yang nyata tidak bisa diramalkan dengan teliti. Ba-nyak faktor yang berpengaruh pada keberhasilan maupun kegagalan suatu proyek kons-truksi yang dilakukan. Faktor-ini bukan melulu dikarenakan oleh faktor teknis pada bidang konstruksi saja, melainkan juga melibatkan berbagai fak-tor lainnya di luar bidang ke-teknikan.
Masih jelas dalam ingatan bagaimana industri dan jasa konstruksi di Indonesia me-ngalami pukulan yang berat di penghujung akhir tahun 90- an. Dimulai dengan krisis ekonomi yang melanda kawa-san Asia yang menyebar de-ngan cepat menghantam pere-konomian Indonesia. 
Akibat dari resesi ekonomi ini menjadikan industri kons-truksi Indonesia merupakan pihak yang paling merasakan dampak ini, yang ditandai de-ngan terhentinya banyak pro-yek konstruksi yang berakibat pada ambruknya banyak per-usahaan di bidang konstruksi serta terjadi pengangguran be-sar-besaran dari para pekerja dan para profesional yang ter-libat di dalamnya.
Untuk mengantisipasi berba-gai resiko dan ketidakpastian dalam pelaksanaan suatu konstruksi, perlu diterapkan sistem manajemen resiko (risk management system) dalam proses konstruksi tersebut. Manajemen resiko bukanlah hal yang baru, hal ini merupa-kan suatu sistem yang bertu-juan untuk mengidentifikasi dan mengukur semua resiko pada proyek yang dilaksana-kan, sehingga suatu keputu-san yang diambil dapat diteri-ma untuk mengelola resiko. Cara menyeimbangkan keti-daktentuan resiko dengan kontrak, kebutuhan keua-ngan, persyaratan operasional dan organisatoris harus dike-tahui. 
Dalam rangka untuk menca-pai keseimbangan ini, identifi-kasi resiko dan analisis resiko yang sesuai diperlukan. Sis-tem manajemen resiko diim-plementasikan oleh perusa-haan untuk meminimalkan potensi resiko terjadinya kega-galan konstruksi, di mana po-tensi resiko ini dapat berasal dari aspek teknis konstruksi maupun aspek non-teknis lainnya, yang disadari dapat menimbulkan dampak yang besar apabila tidak ditangani dengan baik dan bijaksana. 
Bukan hanya saat pelaksa-naan konstruksi, kesalahan desain memberikan kontri-busi terhadap kegagalan ba-ngunan. 
Bangunan yang mengalami gagal fungsi sebelum akhir umur pemakaiannya yang direncanakan termasuk da-lam kegagalan bangunan. 
Bangunan yang berefek jelek terhadap lingkungan sekitar-nya bisa karena kesalahan da-lam konsep desain, walaupun pelaksanaannya benar, itu pun termasuk dalam kegaga-lan bangunan juga. 
Meningkatnya perhatian ter-hadap resiko sebagai suatu unsur pada bisnis konstruksi serta metoda yang dipakai un-tuk menilai resiko pada ber-bagai bentuk, terus dikem-bangkan dengan pemahaman yang semakin baik.
Fungsi utama dari manaje-men resiko adalah untuk me-ngurangi resiko. Mengurangi resiko berarti meminimalkan resiko sampai resiko itu men-capai suatu tingkatan yang dapat diterima oleh pengambil resiko dalam suatu proyek konstruksi. 
Manajemen resiko dapat di-definiskan sebagai mengiden-tifikasi, menganalisa, mengen-dalikan, dan meminimalkan kerugian yang berhubungan dengan suatu kejadian. Suatu sistem manajemen resiko ha-ruslah praktis, realistis dan harus hemat biaya. 
Manajemen resiko perlu untuk tidak terlalu rumit maupun memerlukan koleksi tentang sejumlah data yang luas. Aspek-aspek seperti akal sehat, analisa, keputusan, in-tuisi serta pengalaman turut berperan.
Proses manajemen resiko dipilah ke dalam sistem mana-jemen resiko yang menunjuk-kan urutannya yang berhubu-ngan dengan resiko. Secara alamiah sistem manajemen resiko harus diaplikasikan ke-pada setiap pilihan dengan pertimbangan.
Umumnya, langkah-lang-kahnya adalah:
- Identifikasi resiko: mengi-dentifikasi sumber dan jenis resiko;
- Klasifikasi resiko: memper-timbangkan jenis resiko dan efeknya baik pada orang mau-pun organisasi;
- Analisis resiko: mengeva-luasi segala konsekuensi yang berhubungan dengan jenis resiko, atau kombinasi resiko, dengan menggunakan teknik analitis. Menilai dampak re-siko dengan menggunakan berbagai teknik pengukuran resiko;
- Sikap terhadap resiko: Ke-putusan apapun tentang re-siko akan dipengaruhi oleh si-kap dari orang atau organisasi yang membuat keputusan;
- Respons terhadap resiko: mempertimbangkan bagai-mana resiko harus diatur, baik oleh pihak yang menga-lihkannya kepada pihak lain atau yang menahannya/me-ngerjakannya.(bersambung) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin