|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
09 April 2008
|
|
Disiarkan NHK, Coelacanth
Langsung Populer di Jepang
|
Ikan purba jenis coelacanth yang salah satunya ditemu-kan di Sulawesi Utara, lang-sung populer di Jepang. Ini setelah NHK (Nippon Hosi Kyokai) secara khusus me-nyiarkan pendidikan menge-nai ikan ‘raja laut’ tersebut. Program tersebut, isinya men-detail mengenai seluk-beluk ikan ini, informasi bioekologi sederhana dengan animasi yang menarik sampai per-kembangan dan peluang penelitian lebih lanjut.
‘’Memang sosialisasi soal coelacanth lewat media TV dan sarana pendidikan yang ke sekian kali beberapa tahun belakangan, hasilnya sangat efektif, bersumber dari infor-masi ilmiah peneliti-peneliti Jepang di Comoro dan ter-akhir coelacanth yang dite-mukan di Sulut,’’ ungkap Pahlano Daud, mahasiswa asal Sulut yang sedang menimba il-mu di Jepang, kepada Komentar via e-mail, kemarin (09/04).
Dikatakan Daud, berkat so-sialisasi yang mendetail dan menarik, sehingga anak-anak kecil (playgroup) umur 2 tahun di Jepang, telah mengetahui ikan ini. ‘’Bahkan nama coe-lacanth bisa juga dijumpai juga pada Restoran (Thai restoran di Osaka) sampai pada nama perusahaan bangunan.’’
Bagi Daud, hal ini sungguh ironis. Pasalnya, menyangkut informasi, sosialisasi menge-nai keberadaan ikan ini, atau pun organisme lain endemik di Sulut, kenyataannya orang luar lebih banyak tahu dari tuan rumah. Oleh sebab itu, mahasiswa yang sedang me-nempuh program S3 ini meng-usulkan, untuk kepentingan daerah, alangkah baiknya dibuat museum khusus plus akuarium laut di Manado. Dengan letaknya strategis di pesisir pantai misalnya di kawasan Megamall yang strategis di jantung kota dapat dijadikan Aquamarine Center yang memiliki banyak fungsi sebagai spot diving di bagian luarnya, akuarium terkontrol di bagian dalam sekaligus dilengkapi museum bahari yang berisi sarana ekowisata sekaligus sumber pendidikan perikanan dan kelautan.
‘’Museum ini tidak hanya menempatkan misalnya spe-simen coelacanth saja, namun spesimen lain yang benar-benar langka. Selain itu dapat menjadi museum hidup bagi coral dan organisme lainnya dalam bentuk DPL (Daerah Perlindungan Laut). Sudah saatnya pemerintah memper-juangkan hal ini yang ber-tepatan pada momen WOC dan MKPD,’’ imbaunya.(rik/*)
|
|