|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
09 April 2008
|
|
Jelang penerapan sistem pendidikan
Guru se-Minsel Tuntut Perbaikan Kesejahteraan
|
Tuntutan adanya perbaikan kesejahteraan di kalangan tenaga pendidik atau guru terus dikumandangkan. Seperti tergambar dalam sosialisasi Ranperda tentang sistem penyelenggaraan pendidikan ke depan di Kabupaten Minsel yang digelar Komisi C DPRD Minsel pada ribuan guru-guru se-Minsel kemarin (08/04), umumnya para kalangan ‘oemar bakrie’ menilai subsidi 20 persen masih jauh dari harapan.
Alasan mereka sederhana, tuntutan kebutuhan hidup yang belakangan ini terus me-lonjak naik dirasakan tidak seimbang lagi dengan nilai subsidi yang diluncurkan pe-merintah setahun silam itu. Bahkan, ukuran gaji yang jumlahnya pas-pasan tidak mampu menutup kebutuhan rumah tangga meski kini di-topang beragam tunjangan yang ada.
“Katanya dunia pendidikan di Minsel, akan menjadi prio-ritas pembangunan pemkab. Tapi kenapa kesejahteraan para tenaga pendidik yakni guru seakan dikebiri trus. Sampai kapan para guru ha-rus menderita?” Ketus sejum-lah guru yang meminta nama-nya tak dikorankan kemarin.
Solusi pun ditawarkan mere-ka, di mana selain ada subsidi 20 persen lewat APBD Pemkab Minsel, guru-guru juga butuh adanya apresiasi atas prestasi yang berhasil mereka capai. Minimal semacam promosi bagi para guru yang dinilai prestasi baik di tingkat daerah maupun nasional. Hal ini ten-tunya, bisa membuat para gu-ru berlomba-lomba memberi-kan diri yang terbaik dalam hal pelayanan mutu pendidik-an kepada para pelajar atau siswa. “Kalau siswa boleh di-beri bantuan beasiswa, kena-pa tidak untuk guru. Ekseku-tif dan legislatif Minsel seha-rusnya tak pilih kasih,” beber mereka malu-malu.
Menanggapi usulan ini, Kadis Diknas Minsel, John La-mia SPd mengaku siap mem-perjuangkan aspirasi para guru-guru di Minsel tersebut. Bak gayung bersambut, Ketua Komisi C, Drs Robby Sangkoy ikut menegaskan pernyataan Lamia. “Semua target dan ren-cana untuk terciptanya per-ubahan positif pada penerap-an sistem pendidikan di Min-sel, akan berjalan baik bilama-na semua pihak mau saling membantu, dan sepakat da-lam hal penerapan pening-katan mutu dunia pendidikan di Minsel,” tegas Sangkoy.
Untuk aspirasi yang masuk, tambahnya, dipastikan akan jadi perhatian lembaganya untuk diakomodir. Terutama poin usulan adanya pening-katan kesejahteraan di luar ga-ji dan subsidi 20 persen, patut digarisbawahi untuk ditindak-lanjuti. “Kami siap memperju-angkannya demi peningkatan kesejahteraan guru ke depan di Minsel,” ujar Sangkoy yang Selasa kemarin bersyukur atas ketambahan usianya yang ke-43.(pen)
|
|