|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Minut |
09 April 2008
|
|
Komisi B DPRD Minut Gandeng Polres Telusuri Penyaluran Pupuk Bersubsidi
|
Pupuk bersubsidi yang disalurkan di wilayah Minut diduga bermasalah. Sebab fakta di lapangan justru petani Minut menjerit dengan tingginya harga pupuk dan sulitnya mendapat pupuk. Terkait hal ini Komisi B DPRD Minut bakal menggandeng Polres Minut mengusut proses penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Minut.
“Kami akan menindaklanjuti pernyataan Kacab PT Pupuk Kaltim, Aunur Rafiq, bahwa untuk daerah Minut, sesuai data rencana akan disalurkan 65 ton pupuk bersubsidi dan sudah direalisasikan justru 75 ton. Menariknya di sini, justru petani Minut menjerit soal pupuk yang susah di-dapat. Kalau toh ada, pasti harganya mahal bukan harga subsidi. Untuk itu kami me-mandang perlu hal ini dite-lusuri dan kami akan meng-gandeng Polres Minut mengu-sut proses penyaluran pupuk bersubsidi di Minut. Sebab kuat dugaan kami, pupuk bersubsidi ini tidak sampai ke tangan petani,” jelas Koor-dinator Komisi B DPRD Minut, Drs Denny Wowiling MSi ke-pada Komentar, Selasa (08/04) kemarin.
Wajar memang, sebab bebe-rapa pekan lalu, Komisi B DPRD Minut sempat turun ke lapangan langsung menanya-kan kepada petani soal pe-nyaluran pupuk bersubsidi ter-sebut, dan pengakuan petani sangat sulit mendapatkan-nya. “Kalau ada itu pun har-ganya bukan harga subsidi,” jelas sejumlah petani di wila-yah persawahan Watutumou Kalawat waktu itu.
Selain akan menelusuri pro-ses penyaluran pupuk ber-subsidi, Komisi B DPRD Mi-nut merencanakan memang-gil hearing Kacab PT Pupuk Kaltim untuk menjelaskan kepada pihak-pihak siapa saja pupuk bersubsidi itu di-salurkan. “Sebab kalau hanya sampai di tangan pedagang pengumpul, maka petanilah yang kena imbasnya. Ini ha-rus diseriusi,” ungkap Wowi-ling mewakili Ketua Komisi B, Royke Kaloh, dan sejumlah anggota seperti Archelous Tu-waidan, Denny Mawuntu, Sar-han Antili, Betty Pangemanan, Sumual J Paulus, Cornelis Worang dan Vonny Wullur.(irv)
|
|