|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Tomohon dan Sekitarnya |
09 April 2008
|
|
F-PDIP Tantang Aparat Hukum
Usut Oknum Legislator Nyambi Proyek
|
Adanya oknum-oknum Legislator Tomohon yang dilapor nyambi proyek di sejumlah SKPD di lingkungan Pe-merintah Kota Tomohon anggaran 2008 ini, ditanggapi bijak Fraksi PDIP (F-PDIP) DPRD Kota Tomohon. Menarik-nya, fraksi partai berlambang ‘Moncong Putih’ ini menan-tang aparat hukum untuk mengusut oknum-oknum Legis-lator Tomohon yang nyambi proyek.
“Silahkan saja aparat hukum dalam hal ini polisi, kejaksaan dan kalau perlu KPK melaku-kan pengusutan. Jikalau pe-ngusutannya terbukti maka oknum-oknum Legislator To-mohon yang nyambi proyek tersebut, harus sportif men-taati Tata Tertib DPRD. Bah-kan kalau ada personel Fraksi PDIP yang terlibat maka kami akan mengusulkan untuk di-pecat dari partai,” tegas Ketua Fraksi PDIP, Edi Kalele di-iyakan anggota, Ir JWT Lengkey.
Menurut Kalele, memalukan sekali dan tidak pro rakyat jika ada oknum Legislator Tomo-hon khususnya dari Fraksi PDIP nyambi proyek. “Ini telah bertolak belakang dengan Azas Perjuangan PDIP,” ujarnya.
Sebelumnya, adanya oknum Legislator Tomohon yang nyambi proyek mendapat ke-caman dari aktivis Kota Bunga, julukan Tomohon. “Mereka di-pilih untuk memperjuangkan kepentingan dan aspirasi mas-yarakat selanjutnya ditindak-lanjuti pihak eksekutif. Bah-kan dalam aturan, fungsi de-wan yakni melakukan peng-awasan, legislasi dan angga-ran. Sangat disesalkan dan memalukan jika dewan nyam-bi proyek. Kalau sudah demi-kian, wakil rakyat tersebut mundur saja dan lebih baik jadi kontraktor saja,” kecam Harold Lumempouw SH dan Judie Turambi SH, keduanya aktivis Tomohon saat dimintai tanggapan, baru-baru ini. Bah-kan keduanya mengaku, infor-masi adanya oknum Legislator Tomohon yang nyambi proyek sudah berkembang luas di masyarakat. “Kalau sudah demikian berarti citra DPRD Kota Tomohon menjadi buruk di mata masyarakat,” ujar Lumempouw dan Turambi.(jok)
|
|