|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
10 April 2008
|
|
Mestinya ada larangan keras bupati dan gubernur
Eksploitasi Pasir Besi Cederai Kampanye WOC
|
Yusra Alhabsy, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Ling-kungan (Ampel) menegaskan maraknya penambangan pasir besi di pesisir pantai Bolmong telah mencederai kampanye WOC (World Ocean Conference) yang digeber Gubernur Sulut, SH Sarundajang. Soalnya salah satu tujuan utama WOC terkait program pelestarian laut, sementara eksploitasi pasir besi malah merusaknya.
“Untuk itu kami mendesak Bupati Bolmong dan Guber-nur Sulut dapat membatalkan izin eksploitasi pasir besi di pantai Bolmong oleh sejumlah perusahaan yang sudah ter-lanjur melakukan pengeruk-an serta perusahaan yang se-dang mengurus izin penam-bangan,” saran Yusra.
Dikatakan, masyarakat mu-lai gerah, karena penolakan yang dikumandangkan sela-ma ini terkesan selalu diabai-kan, hingga membuka pe-luang perusahaan tambang pasir besi untuk terus menge-ruk kekayaan alam Bolmong.
Satu contoh, meskipun saat ini sedang marak penolakan terhadap eksploitasi pasir besi di Pantai Motongkar, namun sebuah perusahaan lainnya dikabarkan sedang mengurus perizinan untuk dapat mela-kukan penambangan di pesi-sir pantai Kecamatan Bolaang dan Bolaang Timur hingga se-bagian pantai di Kecamatan Poigar. Sudah banyak aksi yang mengumandangkan pe-nolakan, tapi tak pernah di-gubris.
“Kami mendesak, sebaiknya rencana itu diurungkan saja, sebab berpotensi merusak lingkungan serta menghilang-kan mata pencarian para ne-layan. Terlebih saat ini Gu-bernur SHS secara heroik se-dang mengampanyekan pro-gram pelestarian laut dan pantai sebagai bagian dari WOC yang akan diselenggara-kan tahun depan,” tandas Yu-sra lagi.
Menurutnya, sekalipun pe-rusahaan berjanji akan me-rehabilitasi pesisir pantai yang telah dieksploitasi, namun itu akan menelan biaya besar dan tidak seimbang dengan retri-busi yang diterima Pemkab. Parahnya, upaya rehabilitasi tersebut tidak akan pernah me-ngembalikan pesisir pantai seperti semula.(tus)
|
|