|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
10 April 2008
|
|
Sama-sama ingin mengembangkan biodiesel dari buah jarak
PG Petroleum Berniat Beli Saham PT Saketha Minahasa Selatan
|
Prestige
Global (PG) Petroleum yang tengah melakukan survei
untuk membangun pabrik biodiesel dari bahan baku
pohon jarak, berniat membeli saham PT Saketha
Minahasa Selatan, yang juga sedang mempersiapkan
pabrik biodiesel sekaligus penanaman pohon jarak.
Keinginan Prestige Global Pe-troleum disampaikan
Presiden Direktur Dr Dewi Caroline MA MBA,
didampingi pelaksana di Sulut, Chris Belung dan seorang coorporate advisor asal Austra-lia, Steven Hammer, Selasa (08/04) di Hotel Ritzy Manado.
Menanggapi penawaran terse-but, Direktur Utama PT Saketha Indonesia Pratama Hilton Si-nambela, yang telah memben-tuk PT Saketha Minahasa Se-latan bersama dengan perusa-haan daerah milik pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, menyatakan bersedia menjual sahamnya. “Mereka menawar-kan saham sebanyak 50 per-sen. Namun kami hanya bisa melepas saham sampai 35 per-sen saja. Karena saat ini 15 per-sen saham PT Saketah Minaha-sa Selatan adalah milik Peme-rintah Kabupaten Minahasa Se-latan. Sedang 85 persennya mi-lik PT Saketha Indonesia Prata-ma. Jadi kalau 35 persennya di-lepas, kami masih memiliki saham mayoritas,” jelas Hilton Sinambela, yang akrab di-panggil Anton.
Menurut dia, negosiasi antara kedua perusahaan perminyak-an ini masih terus berlangsung saat ini. Hal itu juga dibenarkan oleh Chris Belung. Namun hasil negosiasi itu sendiri masih be-lum ada kata sepakat.
Sebagaimana diketahui, pada Januari 2009 pabrik biodiesel (solar dari bahan nabati) yang menggunakan bahan baku bu-ah jarak yang dibangun PT Sa-ketha Minahasa Selatan, akan segera berproduksi. Pabrik yang kini tengah dibangun di Amu-rang Barat, Kabupaten Minaha-sa Selatan di luas areal 5 hektar itu, direncanakan akan mem-produksi 1,5 juta liter biodiesel per tahun.
Hilton Sinambela mengata-kan, saat ini perusahaan yang dipimpinnya telah melakukan penanaman pohon jarak di Mi-nahasa Selatan seluas 1000 hektar, ditambah dengan 600 hektar yang ada di Tombatu, Minahasa Tenggara. Jadi kese-luruhannya berjumlah 1600 hektar.(jef)
|
|